Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tragis! Seorang Diduga Meninggal Kelaparan Terdampak Corona di Serang

Santer beredar informasi mengenai keluarga Yuli yang menahan lapar selama dua hari dengan meminum air galon isi ulang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 21 April 2020  |  11:25 WIB
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA — Wali Kota Serang Syafrudin menegaskan meninggalnya Yuli (43) seorang warga tidak mampu di Lontar Baru bukan karena faktor kelaparan. Syafrudin beralasan sudah banyak bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Serang untuk mengantisipasi dampak dari pandemi Covid-19.

“Bantuan sudah diberikan atas nama Pemkot melalui Dinsos dan Camat Serang, sehari sebelum meninggal,” Kata dia melalui pesan tertulis kepada Bisnis, Selasa (21/4/2020).

Bantuan tersebut, tuturnya, berupa sembako yang sudah langsung dikirimkan ke keluarga almarhumah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang Hari Pamungkas mengatakan pihaknya telah maksimal dalam merespons segala hal yang menyangkut kota serang di tengah pandemi Covid-19.

“Sebelumnya di berita ramai, keluarga almarhumah menahan lapar sampai minum air galon, keluarga almarhumah itu sudah terdata penerima bantuan masyarakat terdampak Covid-19, Sabtu kemarin pihak Pemkot sudah berikan bantuan itu " ungkapnya.

Ia menerangkan Muspika setempat pada 18 April langsung mengirimkan beras dan sembako ke rumah almarhumah. Kemudian, menurutnya, tenaga Dinsos langsung mendata yang bersangkutan bersama keluarga. “Langsung direspons cepat oleh petugas-petugas kami,”ujarnya.

Sebelumnya, santer beredar informasi mengenai keluarga Yuli yang menahan lapar selama dua hari dengan meminum air galon isi ulang.

Almarhumah dan suaminya bekerja sebagai buruh serabutan. Menurut informasi yang beredar keluarga almarhumah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dia mengimbuhkan dokter yang merawat belum bisa menyimpulkan almarhum meninggal dunia disebabkan oleh penyakit tertentu.

“Dokter tidak berani menyimpulkan penyakit apa, karena almarhumah meninggal dalam perjalanan dan di luar sepengetahuan dokter, ditambah suaminya bilang almarhumah tidak punya riwayat sakit apa pun,”ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serang Virus Corona kelaparan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top