Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Perincian Tugas 7 Kementerian untuk Destinasi Danau Toba

Luhut meminta semua kementerian dan lembaga yang terlibat dalam proyek Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba saling berkoordinasi dan fokus menyelesaikan pekerjaannya.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 16 April 2020  |  14:32 WIB
Dermaga Parapat Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. - Antara/Andika Wahyu
Dermaga Parapat Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. - Antara/Andika Wahyu

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah membagikan tugas kepada tujuh kementerian terkait dalam menyelesaikan pengembangan desa wisata di Destinasi Super Prioritas Danau Toba.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan meminta semua kementerian dan lembaga yang terlibat dalam proyek Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba saling berkoordinasi dan fokus menyelesaikan pekerjaannya masing-masing.

"Kita membagi pekerjaan kepada kementerian atau lembaga terkait agar terintegrasi. Semua ini sudah tergambar apa yang harus dilakukan tiap kementeria dan lembaga. Jadi koordinasi juga harus ketat walaupun kita phsycal distancing,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2020).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menyelesaikan rencana induk (master plan) Desa Wisata dan pendampingan serta pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat.

Kemudian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) akan mendampingi pengelolaan Dana Desa untuk kebutuhan bersama dan pendampingan pengelolaan BUMDES. 

Lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan perbaikan akses jalan menuju dan akses di dalam kawasan Desa; perbaikan rumah masyarakat untuk dijadikan homestay; penataan kawasan permukiman; dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah serta IPAL. 

Kementerian Perhubungan akan membangun dermaga dan halte pemberhentian Bus Air dan penyediaan angkutan wisatawan dengan Bus Air. Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyatakan bahwa beberapa dermaga sudah mulai dibangun, galangan kapal sudah dianggarkan dan bisa dimulai pada 2021. 

Adapun, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menyampaikan bahwa landasan pacu Bandara Sibisa sudah dapat digunakan untuk pendaratan pesawat berlorong tunggal.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kemenkominfo dan juga BUMN serta swasta juga berperan. Pemerintah Daerah setempat pun juga turut andil dalam menerjemahkan dukungan dan keinginan masyarakat setempat.

Menparekraf Wishnutama menyarankan agar DSP Danau toba mengedepankan kearifan dan kultur lokal, serta aksesibiltas dan kebersihan. Tujuannya agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lain di seluruh dunia.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pihaknya sudah memulai pembangunan berbagai infrastruktur di mana sebagian sudah dalam proses lelang dan ditargetkan pada pertengahan tahun ini bisa mulai dikerjakan. 

Menkominfo Johny G. Plate pun mengungkapkan kesiapannya yakni dengan jalan optimalisasi jaringan internet yang dibutuhkan di wilayah yang membutuhkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

danau toba
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top