Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Klaim Sembuhkan 7 Pasien Corona, Jamu Contravid Diuji Laboratorium 5 Kedubes

Jamu Contravid buatan Solo sudah dipesan lima kedutaan besar untuk diuji laboratirium setelah mengklaim mampu menyembuhkan tujuah pasien tertular Virus Corona atau Covid-19.
Chrisna Chaniscara
Chrisna Chaniscara - Bisnis.com 14 April 2020  |  10:33 WIB
Jamu Contravid racikan orang Solo, (Istimewa - Tri Dewa)
Jamu Contravid racikan orang Solo, (Istimewa - Tri Dewa)

Bisnis.com, SOLO - Jamu Contravid buatan Solo sudah dipesan lima kedutaan besar untuk diuji laboratirium setelah mengklaim mampu menyembuhkan tujuah pasien tertular Virus Corona atau Covid-19.

Tri Dewa, warga Punggawan, Banjarsari, Solo, yang mengklaim menemukan Contravid atau jamu Covid-19 mengaku sudah menyembuhkan 7 pasien.

“Ramuan ini sudah teruji. Ada tujuh pasien positif Covid-19 di Jakarta yang sembuh setelah minum produk ini lima hari berturut-turut,” klaim Tri Dewa saat dihubungi Solopos.com, Senin (13/4/2020) malam.

Selain itu, sejumlah orang dari kantor kedutaan besar (kedubes) asing di Indonesia juga memesan jamunya itu.

Tri Dewa menyebut sejumlah kedubes asing seperti Amerika Serikat, Spanyol, dan Italia sudah memesan ramuannya.

“Ada lima kedubes yang sudah minta sampel untuk uji lab. Saya sih berharap Pemkot juga bisa membantu uji lab, dibuktikan saja kandungannya. Kalau memang berkhasiat, Pemkot bisa menunjuk salah satu kampung untuk padat karya membikin ramuan ini. Resepnya saya kasih gratis,” kata Tri saat dihubungi Solopos.com, Senin (13/4/2020).

Tri Dewa mengklaim sebelum dibawa ke Solo, jamu Covid-19 yang diberi nama Contravid racikannya telah menyembuhkan 7 pasien terpapar virus corona di Jakarta. Dia pun memberanikan diri bertemu Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di Balai Kota, Senin (13/4/2020), untuk menawarkan resep herbalnya itu.

Lelaki 50 tahun itu berharap jamu Contravid mendapat dukungan Pemkot Solo untuk diproduksi massal dan dibagikan pada masyarakat. Ramuan berbentuk jamu itu berasal dari olahan 20 jenis empon-empon seperti jahe merah, kunir, serai hingga daun kelor.

Ramuan jamu Covid-19 racikan orang Solo itu diklaim tidak ditemukan secara tiba-tiba. Tri mengaku mulai tekun mempelajari manfaat tiap jenis empon-empon sejak wabah SARS menyerang penjuru dunia pada medio 2002.

Empon-Empon

Saat itu Tri mengolah sekitar 10 jenis empon-empon untuk obat penderita SARS. Tri kemudian menambahkan 10 jenis empon-empon baru yang dinilainya berkhasiat untuk menyembuhkan Covid-19.

“Racikan ini saya rebus dengan tambahan ion positif. Rebusan ini kemudian saya kemas dalam botol berukuran 250 ml. Untuk menyembuhkan Covid-19, sebotol jamu cukup diminum sehari sekali selama lima hari berturut-turut,” jelas lelaki yang bekerja di sektor keuangan ini.

Meski sudah menemui Wali Kota Solo, Tri Dewa mengakui jamu Covid-19 racikannya itu belum melalui uji laboratorium atau sejenisnya. Dia mengklaim sudah mencoba mengajukan ramuannya ke BPOM untuk diuji tapi ditolak. Namun Tri Dewa meyakini jamu itu benar-benar manjur karena sudah ada tujuh pasien positif Covid-19 yang sembuh.

“Sekarang saya sedang melayani permintaan jamu Contravid dari Bogor, Medan dan Tangerang. Saya berikan gratis, mereka hanya mengganti ongkos kirim,” ujar lelaki yang tak memiliki latar belakang medis maupun farmasi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu sars Virus Corona covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top