Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alasan Orang Masih Ngotot Mudik di Tengah Pandemi Virus Corona

Pemerintahpun mengimbau masyarakat tidak mudik agar tidak menyebarkannya ke masyarakat di kampung halaman mereka.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 06 April 2020  |  08:38 WIB
Bus Antar Kota Antar Provinsi menunggu penumpang di Terminal Kampung Rambutan. Bisnis - Nurul Hidayat
Bus Antar Kota Antar Provinsi menunggu penumpang di Terminal Kampung Rambutan. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Mudik menjadi dilema bagi banyak orang mengingat virus corona terus menyebar. 

Pemerintahpun mengimbau masyarakat tidak mudik agar tidak menyebarkannya ke masyarakat di kampung halaman mereka.

Sayangnya, masih saja banyak masyarakat yang tetap melakukan kegiatan di luar ruangan. Bahkan, ada pula yang memilih untuk mudik ke daerah masing-masing.

Psikolog klinis Samanta Ananta menilai alasan utama masyarakat masih mudik dan tidak melakukan imbauan pemerintah adalah karena minimnya pengetahuan masyarakat akan virus corona.

“Pertama pasti karena mereka belum memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga jarak. Bahwa dengan Covid-19 ini perlu ada kesadaran tinggi dari kita untuk menjaga kesehatan dan menjaga jarak kita karena hal tersebut turut serta dalam proses pemulihan social distancing,” katanya dikutip dari Tempo.co.

Dengan satu alasan tersebut, berbagai pertimbangan lain pun akan mengikuti keputusan masyarakat. Menurut Samanta, mereka yang memutuskan untuk mudik akan mengalami perasaan ketakutan tidak dapat kesempatan lagi di lain waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan tidak tahu berapa lama harus berjuang sendiri di kota lain tanpa sanak saudara.

Bahkan tak jarang yang memiliki kecenderungan untuk hidup hemat karena biaya di Jakarta mahal. “Padahal saat di kampung halaman, kehidupan juga belum tentu lebih baik. Mungkin lebih nyaman dan murah, tapi bagaimana dengan kebutuhan jika kondisi isolasi diperpanjang? Akibatnya akan menimbulkan kekhawatiran tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.

Tak heran, Samanta pun mengimbau agar sebelum mudik, masyarakat membekali diri dengan berbagai literatur terkait virus corona. “Apabila masyarakat memahami betul informasi tentang Covid-19, mereka tidak akan terjerumus hingga mempengaruhi pikiran dengan hal-hal negatif. Tapi mereka akan tetap di rumah dengan alasan apapun,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

psikologi mudik

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top