Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RS Darurat Virus Corona di Hotel Patra Jasa Segera Beroperasi

Fathema, Direktur Utama Pertamedika IHC mengatakan bahwa menjelaskan persiapan bangunan ini meliputi penambahan bangunan ruang rawat 90 tempat tidur modular di area Hotel Patra Jasa.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 06 April 2020  |  17:33 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. ANTARA FOTO - Reno Esnir
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. ANTARA FOTO - Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menyiapkan Rumah Sakit Darurat di Hotel Patra Jasa Jakarta serta menjadikan Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai Rumah sakit khusus rujukan untuk membantu penanganan pasien Covid-19

Perusahaan pelat merah itu juga juga telah menambah sekitar 800 tenaga tenaga medis baru untuk memabantu penanganan virus tersebut. Total tambahan baru itu berasal dari relawan maupun SDM yang ada di Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ).

Fathema, Direktur Utama Pertamedika IHC mengatakan bahwa menjelaskan persiapan bangunan ini meliputi penambahan bangunan ruang rawat 90 tempat tidur modular di area Hotel Patra Jasa. Perbaikan juga dilakukan pada area lantai 2 dan 3 RSPJ.

“Perbaikan dilakukan untuk ruang tempat tidur setingkat intensive Care Unit (ICU) dan Non ICU, laboratorium diagnostic, radiologi serta ruang IGD serta fasilitas pendukung lainnya di RSPJ. Perbaikan area lantai 2 dan 3 sebanyak 48 ruang di RSPJ meliputi pekerjaan arsitektur, plumbing, gas medis, elektrikal, elektronika dan pengadaan instalasi AHU,“ jelasnya, Senin (6/4/2020).

Dia menambahkan kapasitas tempat tidur di RSPJ saat ini mencapai 160 tempat tidur, dengan 65 kamar di antaranya dilengkapi fasilitasi tekanan negatif. Dia mengatakan seluruh jaringan RS BUMN juga telah meningkatkan kapasitas dan mengalokasikan separuh dari total tenaga medis untuk menangani virus corona.

Untuk lab, sudah disiapkan siap alat test dari Roche yang mampu melakukan test 1.300 sampel setiap harinya. Alat ini akan menganalisa asam nukleat yang diekstraksi dari air liur atau lendir pasien dan membandingkannya dengan urutan yang ditemukan pada strain virus corona dan dapat memberikan hasil tes dalam waktu empat jam.

Berdasarkan pada teknologi PCR, sistem ini memberikan kinerja yang terbukti dengan otomatisasi penuh, peningkatan efisiensi, waktu penyelesaian yang cepat, dan konektivitas trek lengkap yang divalidasi untuk pengujian molekuler.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa RS ini baru akan beroperasi dalam 4 hari ke depan. Dia mengatakan pemerintah juga akan menambah sembilan mesin tes baru dari Swiss yang diproduksi oleh Hoffman La-Roche.

“Dan mungkin 4 hari lagi RS ini bisa operasional, beserta labnya, yang kemarin dari kementerian BUMN membawa mesin lab ini dari Swiss [Hoffman La-Roche]. Nanti datang lagi sembilan buah, satu uji coba dulu, sembilan lagi akan dialokasikan di titik penting lain, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan lain-lain,” katanya.

Dia menjelaskan RS ini juga akan terhubung dengan RS Darurat Wisma Atlet. Pasien rujukan dengan kondisi yang memburuk akan dialihkan salah satunya ke RSPJ. Hingga saat ini, Erick mengatakan jumlah pasien di Wisma Atlet mencapai lebih dari 500 pasien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina rumah sakit
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top