Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Episentrum Covid-19 Berubah, Jokowi: Pantau Arus WNI dan WNA

WNI yang baru kembali dari luar negeri akan secara otomatis menyandang status orang dalam pemantauan (ODP).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  10:53 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) saat mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3 - 2020). KTT tersebut membahas upaya negara/negara anggota G20 dalam penanganan COVID/19. Biro Pers dan Media Istana
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) saat mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3 - 2020). KTT tersebut membahas upaya negara/negara anggota G20 dalam penanganan COVID/19. Biro Pers dan Media Istana

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa episentrum penyebaran virus corona  SARS-CoV-2 berubah, dari sebelumnya China, menjadi Amerika Serikat dan Eropa.

Oleh karena itu, Jokowi meminta jajarannya untuk memperkuat kebijakan yang dapat mengatur mobilitas warga negara asing (WNA) dan juga warga negara Indonesia yang pulang dari luar negeri.

Jokowi mendapatkan laporan bahwa China, Korea Selatan, dan Singapura tengah berhadapan dengan gelombang baru Covid-19, karena imported cases atau kasus yang dibawa dari negara lain, baik oleh warga negara asalnya atau WNA.

“Oleh sebab itu prioritas kita saat ini bukan hanya mengedalikan arus mobilitas orang antar wilayah di dalam negeri, tapi juga harus bisa mengendalikan mobilitas antar negara yang beririsiko membawa imported cases,” katanya membuka rapat terbatas soal penanganan arus masuk WNI dan pembatasan perlintasan WNA melalui video conference, Selasa (31/3/2020).

Terkait, WNI, utamanya para pekerja migran di negara tentagga, seperti Malaysia. Presiden mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, kurang lebih 3.000 tenaga kerja asal Indonesia kembali dari Negeri Jiran.

Selain itu, pemerintah juga akan mengantisipasi tenaga kerja Indonesia yang berkerja sebagai anak buah kapal (ABK).

“Perkiraan ada 10.000 sampai 11.000 ABK. Itu juga perlu disiapkan dan direncanakan tahapan untuk screening mereka,” kata Presiden.

Setiap WNI, lanjut Jokowi, yang baru kembali dari luar negeri akan secara otomatis menyandang status orang dalam pemantauan (ODP). Artinya mereka harus melakukan isolasi mandiri secara disiplin.

WNI yang memiliki gejala Covid-19 akan diisolasi dan diobservasi di rumah sakit yang telah disiapkan pemerintah. Satu di antaranya adalah rumah sakit di Pulau Galang.

Adapun Jokowi mengatakan saat ini negara terjangkit virus corona terus bertambah. Berdasarkan data yang dia miliki, sebanyak 202 negara telah melaporkan pasien Covid-19.

Data teranyar dari Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) Universitas Johns Hopkins, Selasa (31/3/2020), pukul 10.30 WIB, Amerika Serikat melaporkan 164.274 kasus positif Covid-19. Kemudian Italia dan Spanyol, masing-masing, 101.739 kasus dan 87.956 kasus. Jumlah kasus positif ketiga negara ini berkontribusi sebesar 45 persen terhadap total kasus secara global.

Indonesia hingga Senin (30/3/2020), melaporkan 1.414 kasus positif. Sebanyak 75 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, 122 orang meninggal dunia, dan sisanya dalam perawatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top