Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Italia Kembali Laporkan Penurunan Kasus Baru COVID-19

Per Minggu (29/3/2020), secara keseluruhan, total kasus infeksi yang sudah dikonfirmasi di Italia menjadi 97.689.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  00:23 WIB
Italia Kembali Laporkan Penurunan Kasus Baru COVID-19
Penumpang kereta menggunakan masker saat menunggu kereta di peron kereta bawah tanah Metro Milan di Milan, Italia, Kamis (12/3/2020). Italia menghentikan kehidupan normal dan hanya memberikan akses terhadap layanan-layanan penting untuk membendung penyebaran virus corona yang mematikan. - Bloomberg/Alberto Bernasconi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Italia melaporkan penurunan besar dalam kasus kematian akibat COVID-19 untuk 2 hari berturut-turut.

Bloomberg melansir Minggu (29/3/2020), hal ini meningkatkan harapan bahwa kebijakan tegas yang diterapkan pemerintah dalam 3 pekan terakhir untuk melawan wabah virus corona bisa berhasil.

Per Minggu (29/3), jumlah pasien yang meninggal tercatat sebanyak 756 orang. Meski angka itu tetap terbilang tinggi, tapi lebih rendah ketimbang sehari sebelumnya yang mencapai 889 orang.

Angka kasus infeksi baru dalam 24 jam terakhir juga menunjukkan penurunan dari 5.974 pada Sabtu (28/3), menjadi 5.217. Dengan demikian, secara keseluruhan, total kasus infeksi yang sudah dikonfirmasi di Italia menjadi 97.689.

Gubernur Lombardy Attilio Fontana mengatakan provinsi yang dipimpinnya kemungkinan sudah mendekati puncak infeksi. Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Pierpaolo Sileri menyampaikan secara keseluruhan, Italia juga mungkin telah mendekati kurva puncak.

Adapun Perdana Menteri (PM) Giuseppe Conte masih belum memberikan kejelasan kapan lockdown akan berakhir. Dia hanya menegaskan pemerintah akan memberikan bantuan tunai kepada masyarakat miskin yang kesulitan membeli makan.

Conte juga mengkritik sikap Uni Eropa (UE) yang dinilainya terlalu lamban merespons wabah virus corona dan gagal membantu negara anggotanya yang paling terdampak secara ekonomi.

"Kita memiliki perjanjian dengan sejarah dan semua orang harus hadir," tegasnya.

Jumlah kasus yang terjadi Italia menjadi yang terbanyak kedua secara global, berada di peringkat kedua setelah AS dan sebelum China.

Mengacu ke data Johns Hopkins CSSE, yang mengumpulkan data dari World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, dan komisi kesehatan China, AS menjadi negara dengan jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak dengan 125.433 kasus. Adapun China, yang menjadi lokasi awal penyebaran penyakit ini, berada di peringkat ketiga dengan 82.122 kasus positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia Virus Corona
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top