Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

NTT Nol Pasien Positif Corona, ODP Ditolak Warga, 2.200 ODP masuk via Bandara dan Pelabuhan

Masyarakat di beberapa Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak warganya yang berstatus ODP (orang dalam pemantauan) Virus Corona.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  05:32 WIB
Peresmian pembukaan rute perdana Dimonim Air rute Kupang-Sabu-Waigapu di bandara El Tari Kupang. - Antara Foto/Humas Bandara El Tari. Bandara ini menjadi salah satu titik masukj ODP kasus Corona.
Peresmian pembukaan rute perdana Dimonim Air rute Kupang-Sabu-Waigapu di bandara El Tari Kupang. - Antara Foto/Humas Bandara El Tari. Bandara ini menjadi salah satu titik masukj ODP kasus Corona.

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat di beberapa Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak warganya yang berstatus ODP (orang dalam pemantauan) Virus Corona.

Yang dimaksud ODP dalam standar Kementerian Kesehatan adalah orang gejala demam dengan suhu di atas 38 derajad Celcius, ada riwayat demam atau ada riwayat ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) tanpa Pneumonia, dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit corona dalam 14 terakhir sebelum timbul gejala.

Hingga Sabtu (23/3/2020) pukul 12.00 WIB berdasarkan data yang dipaparkan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), NTT merupakan salah dari lima provinsi yang masih steril dari kasus positif Corona.

Kantor berita Antara melaporkan bahwa Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat berharap masyarakat setempat tidak menolak keberadaan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 (Virus Corona) yang jumlahnya terus bertambah di provinsi berbasis kepulauan itu.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Pemprov NTT Marius Ardu Jelamu dalam penjelasan secara daring kepada wartawan di Kupang, Sabtu (28/3), mengatakan jumlah ODP COVID-19 di provinsi itu mengalami peningkatan namun belum ada yang dikategorikan positif.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat NTT tidak perlu khawatir dan menolak warga yang masuk kategori ODP.

"Kami juga memantau dan mendengar ada warga yang datang dari daerah terpapar tetapi ditolak oleh warga tertentu. Pemerintah NTT meminta dan berharap agar tidak menolak mereka tetapi dikoordinasikan dengan puskesmas dan paramedis setempat untuk memastikan kesehatannya,” kata Marius didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Veri Guru, seperti dilaporkan Antara, Minggu (29/3/2020).

Dia mengatakan di NTT hingga saat ini belum ada yang dinyatakan positif COVID-19 sehingga tidak perlu melakukan aksi penolakan terhadap kehadiran ODP.

"Warga yang datang belum tentu positif COVID-19. Boleh waspada karena untuk sesuatu yang bagus. Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga yang memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap kesehatan masyarakat,” kata dia.

Pemprov NTT akan melakukan pemantauan secara khusus terhadap 2.200 orang yang masuk ke daerah tersebut melalui bandara udara dan pelabuhan laut di berbagai daerah di NTT.

"Data 2.200 orang ini merupakan data dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang masuk ke NTT, baik melalui pelabuhan laut maupun bandara di NTT, tentu seluruh kepala daerah di NTT harus melakukan pemantauan terhadap warga yang datang itu untuk memastikan terpantau dari sisi kesehatannya," katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 NTT, jumlah ODP di daerah tersebut pada saat ini mencapai 397 orang. Mereka telah menjalani pemeriksaan secara klinis oleh paramedis.

"Sedangkan 2.200 itu merupakan data berdasarkan 'hard alert card' (kartu tanda kesehatan) yang dikeluarkan KKP," kata Marius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt kupang pelabuhan tenau kupang Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top