Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Berencana Hapus Tradisi Jabat Tangan Selamanya

Trump beralasan tradisi ini akan mengurangi risiko terjangkit virus Corona hingga flu biasa.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  13:25 WIB
Presiden Trump dalam jumpa pers task force penanganan virus Corona - Bloomberg / Yuri Gripas
Presiden Trump dalam jumpa pers task force penanganan virus Corona - Bloomberg / Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Donald Trump menyarankan agar orang Amerika harus mempertimbangkan untuk tidak lagi melakukan tradisi saling menyapa dengan berjabat tangan selamanya.

Trump telah menetapkan tujuan agar orang Amerika kembali bekerja pada hari Paskah, terlepas dari adanya wabah virus Corona.

Namun. dia mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih pada hari Kamis (26/3/2020) bahwa mereka tidak boleh sepenuhnya meninggalkan perilaku social distancing terutama berjabatan tangan.

"Mungkin orang tidak akan berjabat tangan lagi, dia mengatakan flu biasa akan berkurang sedikit jika kita tidak melakukan berjabat tangan " kata Trump dikutip dari Bloomberg, Jumat (27/3/2020).

Trump juga menambahkan bahwa dirinya telah membahas praktik tersebut dengan Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

Dia mengakui dirinya bukan orang yang senang berjabat tangan sebelum dia mencalonkan diri untuk jabatan politik. Tapi dia dan Wakil Presiden Mike Pence terus berjabat tangan dengan para tamu selama acara Gedung Putih yang dibuka untuk pers selama wabah virus corona.

Sebagai informasi, di Amerika Serikat kini jumlah kasus virus corona telah melampaui jumlah penyebaran virus di China dan Italia, menurut Universitas Johns Hopkins. Data negara-demi-negara yang diterbitkan Kamis malam menunjukkan bahwa kasus-kasus virus corona yang dikonfirmasi di AS telah melampaui 81.285, dengan wabah terbesar ada di New York, New Jersey dan California.

Sebanyak 1.177 orang Amerika telah meninggal karena virus yang menyebar cepat. Namun ,Trump meragukan hal ini, dengan mengatakan "Anda tidak tahu jumlahnya di China" dilansir dari ftnews.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Donald Trump
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top