Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Kreativitas BUMD DKI Jakarta Ikut Tangani Pandemi Virus Corona

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut berperan dalam penanganan pandemi infeksi Virus Corona (Covid-19) lewat bidangnya masing-masing.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  19:13 WIB
Armada bus Transjakarta mengantre masuk halte Harmoni di Jakarta, Senin (23/3/2020).  PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membantah mengurangi atau membatasi jumlah armadanya akibat virus corona atau Covid-19. Bus  beroperasi dengan jumlah seperti biasanya sesuai dengan jam operasional masing-masing koridor. Bisnis - Dedi Gunawan
Armada bus Transjakarta mengantre masuk halte Harmoni di Jakarta, Senin (23/3/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membantah mengurangi atau membatasi jumlah armadanya akibat virus corona atau Covid-19. Bus beroperasi dengan jumlah seperti biasanya sesuai dengan jam operasional masing-masing koridor. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut berperan dalam penanganan pandemi infeksi Virus Corona (Covid-19) lewat bidangnya masing-masing.

PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) tercatat mengalihkan hotel-hotel kelolaannya sebagai penginapan sementara bagi tenaga medis dan kesehatan yang tak pulang ke rumah demi menghindari penularan virus Corona.

Terlebih, kini telah ada 50 petugas medis dan kesehatan yang dinyatakan positif yang tersebar di 24 RS wilayah Ibu Kota, dan dua di antaranya meninggal dunia.

Direktur Utama Jaktour Novita Dewi menjelaskan, kini telah ada 500 orang petugas kesehatan yang memanfaatkan fasilitas gratis Grand Cempaka Bisnis dan d’Arcici Alhijra Hotel Cempaka Putih.

"Besok rencananya kita akan buka satu unit lagi di d'arcici Plumpang [Jakarta Utara] yang akan melayani lagi di RSUD Koja dan RSUD Duren Sawit," jelasnya, Jumat (27/3/2020).

Para tenaga medis dan kesehatan yang telah memanfaatkan fasilitas ini, di antaranya, 343 tenaga medis dan 28 dokter di Grand Cempaka Bisnis, dan 157 tenaga medis di Alhijra Cempaka Putih dari RSUD tarakan dan RSUD Pasar Minggu.

Nantinya, Hotel d’Arcici Sunter juga akan menerima para tenaga medis dan kesehatan sebagai tempat tinggal sementara, sehingga total akan ada 4 hotel kelolaan Jaktour yang dimanfaatkan untuk membantu penanganan virus Corona.

Satu kesatuan dengan Jaktour, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengalihkan 15 bus nonkoridor bertipe low deck miliknya, bersama 50 bus sekolah milik Pemprov, akan diberdayakan sebagai sarana antar-jemput para tenaga medis dan kesehatan dari hotel menuju tempat kerja.

Lain halnya dengan Perumda Pasar Jaya yang menelurkan langkah belanja alternatif di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19), agar warga tak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangannya.

Hal ini dilakukan lewat mempublikasi kontak personal para pedagang pasar. Mulai dari pedagang bumbu, daging, sayur-mayur, buah, sembako, lauk, hingga makanan ringan, yang daftarnya bisa masyarakat lihat di laman resmi pasarjaya.co.id dan sosial media Pasar Jaya.

Manajer Bidang Umum dan Hubungan Masyarakat Perumda Pasar Jaya, Gatra Vaganza, berharap langkah ini mampu membuat masyarat tetap berada di rumah untuk menerapkan social distancing measure, serta menjaga pasar agar tak menjadi tempat penularan virus Corona.

"Di tengah merebaknya Covid-19 di seluruh wilayah DKI Jakarta, kita mesti menyediakan cara belanja jarak jauh bagi warga yang sedang menerapkan self-quarantine, sehingga tak perlu keluar rumah untuk membeli bahan-bahan pangan penting untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (27/3/2020).

Gatra pun berharap pasar-pasar kelolaan Pasar Jaya makin minim interaksi tatap muka untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, bagi distributor atau orang yang butuh datang ke pasar pun, kini Pasar Jaya menerapkan prosedur ketat dengan menyediakan bilik disinfektasi, "Kita akan tambah terus jumlahnya, sampai ada di tiap pasar kelolaan."

Senada dengan Pasar Jaya, BUMD bidang properti dan konstruksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang merupakan pengelola Pasar Muara Karang, juga tengah merancang bilik disinfektasi buatan sendiri.

"Babebox atau Badan Bersih Box bikinan para pekerja proyek Jakarta International Stadium (JIS) ini akan dibuat untuk
kawasan-kawasan publik, kita mulai untuk Pasar Muara Karang," ungkap Sekretaris Perusahaan Jakpro, Hani Sumarno, kepada Bisnis.

Namun, Jakpro lebih menekankan agar proyek-proyek penugasan Pemprov DKI Jakarta seperti JIS, Revitalisasi Taman Ismail Marzuki, dan kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta Fase II.

Hani mengungkap perusahaannya menjalankan prosedur standar operasi di tiap proyeknya yang terbagi dalam tiga, yakni prosedur promotif atau upaya edukasi dan kampanye tentang Covid-19 di lingkungan proyek.

Kedua, prosedur preventif merupakan upaya yang dipersiapkan untuk mencegah lingkungan JIS menjadi salah satu tempat penularan pandemi.

"Misalnya, kita mempersiapkan prosedur Penyampaian Dokumen Proyek, bagaimana rapat koordinasi proyek secara tatap muka dengan jarak sosial 1 meter, atau rapat Koordinasi Proyek Secara Video Conference bila diperlukan," ungkap Hani.

Terakhir, prosedur kuratif merupakan penanganan apabila ditemui karyawan atau pekerja proyek yang tengah sakit atau mengalami gejala Covid-19.

BUMD bidang properti lain yang dipercaya mengawal program Rumah DP Nol Rupiah, Perumda Pembangunan Sarana Jaya (Sarana Jaya) juga fokus mengikuti anjuran memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan work from home dan membatasi pelayanan tatap muka, terutama untuk pendaftaran unit Rumah DP Nol Rupiah.

Direktur Administrasi dan Keuangan Sarana Jaya, Bima P. Santosa, mengungkap bahwa pihaknya merancang aplikasi Samawa DP 0 dan laman samawa.co.id untuk mengalihkan pelayanan ke sistem dalam jaringan atau online bagi pada pendaftar unit Rumah DP Nol Rupiah.

"Masyarakat dapat me-monitoring tahapan pendaftaran sendiri, dan memangkas proses pendaftaran menjadi lebih cepat," ujar Bima ketika dikonfirmasi Bisnis.

Adapun proses verifikasi yang dilakukan dimulai dari syarat awal pendaftaran, [seleksi] Dinas Perumahan, Dukcapil, dan Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta untuk mengecek hutang kewajiban pembayaran pajak.

"Kemudian akan ada undangan proses bank melalui pemberitahuan melalui email, lihat Show Unit, Isi Form KPA, Kelengkapan Dokumen, Pilih Unit, Putusan oleh Bank DKI, Akad kredit, dan terakhir Serah Terima Unit," tambah Bima.

Terakhir, BUMD bidang pelayanan air bersih PDAM Jaya, dan BUMD bidang pengelolaan air limbah PD PAL Jaya terus membuat wastafel portabel di ruang-ruang publik agar masyarakat bisa senantiasa menjaga kebersihan dan menghindari risiko tertular Covid-19.

Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo menjelaskan bahwa kini pihaknya telah memasang 41 titik wastafel di stasiun kereta Moda Raya Terpadu (MRT), LRT, Halte Transjakarta, hingga Kantor Samsat.

"Ini akan bertambah sampai 100 tirik. Penambahan dilakukan di titik-titik strategis di lima wilayah kota DKI. Selain membangun wastafel, tim PAM JAYA juga mengisi air gratis ke toren-toren di seluruh wastafel yang dibangun PAM Jaya atau instansi lain," ungkapnya kepada Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumd Virus Corona Features
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top