Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

1,7 Miliar Orang ‘Dikunci’ di 16 Negara untuk Hindari Penularan Corona

Hingga hari ini setidaknya sebanyak 16 negara telah melakukan lockdown dengan berbagai karakteristiknya selain China yang pertama kalinya mengumumkan lockdown pada 23 Januari lalu di Kota Wuhan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  12:25 WIB
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg - Samsul Said
Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. Bloomberg - Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Wabah virus corona telah merenggut lebih dari 20.000 jiwa sejak virus itu terdeteksi dan menjadi populer akibat pemberitaan luas dari media massa sejak 26 Desember 2019.

Virus yang dikenal dengan nama SARS-CoV-2 dan merupakan penyebab Covid-19 atau Corona itu kini nyaris melanda seluruh negara di dunia.

Kasus positif terpapar virus corona pun terus bertambah hingga mencapai lebih dari 450.000 hingga hari ini.

Tidak heran Oganisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang pada awalnya menyampaikan peringatan tidak terlalu keras, kini berubah menjadi lebih tegas.

WHO menyebut negara-negara yang terpapar terlalu banyak membuang-buang waktu berharga pada tahap awal untuk melakukan penguncian (lockdown) sehingga terlambat dalam mengambil tindakan untuk membendung virus corona.

Meski demkian, sejumlah negara telah mengeluarkan kebijakan penguncian negara maupun sebagian wilayahnya untuk menghadapi perang melawan “pasukan virus vorona” tersebut.

Kini, seperlima dari penduduk dunia atau 1,7 miliar orang telah dikunci untuk menghindari wabah mematikan itu. 

Hingga hari ini setidaknya sebanyak 16 negara telah melakukan lockdown dengan berbagai karakteristiknya selain China yang pertama kalinya mengumumkan lockdown pada 23 Januari lalu di Kota Wuhan.

Wuhan merupakan Ibu Kota Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus tersebut setelah pertama kali terdeteksi menjelang akhir tahun lalu.

Selain Inggris, negara-negara Eropa telah melakukan lockdown di Eropa termasuk Italia, Spanyol, Prancis, Irlandia, Polandia, Belgia, Belanda dan Denmark.

Sedangkan di Asia tercatat India, Filipina, Malaysia, Lebanon dan Yordania.

Di negara Amerika Latin terdapat negara El-salvador dan Argentina yang telah melakukan lockdown.   

Pemerintah Inggris mengeluarkan kebijakan dengan mengunci wilayahnya selama tiga minggu ke depan mulai Senin (23/3/2020).

Per hari ini, jumlah korban tewas di negara itu mencapai 463 orang. Sedangkan di Italia angka kematiannya melampaui China dan hari ini telah lebih dari 7.500 korban tewas. Lockdown secara nasional di Italia berlaku mulai 10 Maret lalu.

Negara Spanyol menjadi negara Eropa kedua setelah Italia yang melakukan karantina secara nasional.

Otoritas Spanyol memberlakukan penguncian wilayah mulai 14 Maret 2020. Hingga hari ini jumlah korban meninggal telah mencapai angka 3.434 jiwa di negara itu.

Sedangkan  Prancis memberlakukan lockdown mulai 16 Maret 2020 selama 15 dengan jumlah korban meninggal per hari ini tercatat 1.331 jiwa.

Dengan angka kematian sembilan orang hingga hari ini, seluruh wilayah Irlandia juga mulai dikunci.

El-Salvador juga melakukan karantina nasional. Warga negara ini yang pulang dari luar negeri diwajibkan karantina selama 30 hari. Hal yang sama juga diberlakukan di Argentina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona lockdown

Sumber : BBC.Com, Guardian.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top