Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona, Ekonomi India Terparah setelah Lockdown Diumumkan

Saham jatuh, nilai tukar rupee merosot ke level terendah sepanjang masa, sementara obligasi pemerintah juga melemah seperti dikutip Bloomberg.com, Selasa (24/3/2020).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  08:46 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan penghormatan pada Mahatma Gandhi di Raj Ghat menjelang upacara pelantikannya, di New Delhi, India 30 Mei 2019. - Reuters
Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan penghormatan pada Mahatma Gandhi di Raj Ghat menjelang upacara pelantikannya, di New Delhi, India 30 Mei 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - India menangguhkan semua penerbangan domestik mulai hari ini, Selasa (24/3/2020), sebagai bagian terakhir dari penguncian (lockdown) nasional yang mengancam upaya Perdana Menteri, Narendra Modi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat dalam lebih dari satu dekade.

Larangan penerbangan itu melengkapi penutupan seluruh jalur kereta api penumpang di seluruh negeri untuk menghentikan penyebaran virus corona di negara berpenduduk terpadat kedua di dunia itu. Kondisi rumah sakit yang tidak dilengkapi dengan baik dan jaminan sosial yang tidak memadai menjadi ancaman tersendiri bagi warganya.

Selama tiga hari terakhir, sejumlah negara bagian memberlakukan jam malam dan perbatasan India telah ditutup untuk sebagian besar pengunjung sejak 11 Maret.

India sejauh ini memiliki 433 kasus virus corona, termasuk tujuh kematian. Tetapi para ahli mengatakan negara itu bisa berada di lintasan yang sama dengan Italia ketika wabah cepat meningkat dan jumlah rumah sakit tidak memadai.

"Ini adalah penguncian terbesar dalam sejarah dunia," kata Raghu Raman, seorang mantan tentara India dan pendiri National Intelligence Grid.
Oxford Economics memangkas perkiraan pertumbuhan India untuk Januari-April menjadi 3 persen, angka yang bahkan tidak terjadi selama krisis keuangan global terburuk.

Indeks ekuitas utama merosot 13,2 persen kemarin dan rupee melemah melewati US$76 untuk pertama kalinya. Obligasi negara dengan tenor 10 tahun anjlok terdalam dalam hampir empat bulan.

Mengontrol wabah sangat penting bagi Modi, yang tetap menjadi pemimpin politik paling populer di India saat ini meskipun manajemen ekonominya telah menghadapi kritik.

Para Investor asing menjual aset di India pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kegagalan untuk menahan kematian dan infeksi dapat mengikis popularitas Modi di dalam negeri.

Sementara itu, CNN.com melaporkan jalanan di ibu kota New Delhi sepi dan gedung perkantoran ditutup saat lockdown diberlakukan terhadap 75 distrik di wilayah India hingga 31 Maret mendatang. Modi mendorong warga India untuk tetap di rumah dan menyelamatkan diri mereka sendiri dari virus Corona.

Modi dalam pernyataannya menyebut banyak warga India yang tidak menganggap serius langkah lockdown yang kini diberlakukan pemerintah.

"Tolong selamatkan diri Anda, selamatkan keluarga Anda, patuhi instruksi dengan serius," tegas PM Modi dalam imbauan via Twitter.

Lockdown di ibu kota New Delhi yang berpenduduk 18 juta orang, akan berlaku hingga akhir bulan ini. New Delhi merupakan salah satu dari 75 distrik di India yang di-lockdown hingga 31 Maret untuk membatasi penyebaran virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top