Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Edukasi Cegah Virus Corona dalam 10 Bahasa Daerah

Kegiatan kampanye online ini merupakan upaya Japelidi sebagai bagian untuk edukasi dan literasi masyarakat dengan membagian sabun atau hand sanitiser bagi masyarakat yang terpaksa masih bekerja di luar rumah seperti tukang ojek dan penjual di pasar atau pinggir jalan
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  16:47 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Jaringan Pegiat Literasi Digital di seluruh Indonesia memproduksi konten berbahasa daerah mencegah Covid-19 untuk bisa diterima seluruh masyarakat di Indonesia.

Novi Kurnia, Koordinator Japelidi mengatakan Japelidi memproduksi berbagai konten yang disebarkan di berbagai platform media digital baik Twitter, Instagram dan Facebook juga chat messenger seperti WhatsApp Group baik untuk akun resmi Japelidi. Dia membeberkan, proses produksi konten melibatkan tim kreatif yang terdiri dari beberapa tim content creator yang selalu berdiskusi untuk memutuskan konten, membuat naskah, membuat disain dan publikasinya.

“Kegiatan kampanye online ini merupakan upaya Japelidi sebagai bagian untuk edukasi dan literasi masyarakat dengan membagian sabun atau hand sanitiser bagi masyarakat yang terpaksa masih bekerja di luar rumah seperti tukang ojek dan penjual di pasar atau pinggir jalan,” kata Novi kepada Bisnis, Senin (23/3/2020).

Dia menjelaskan, sabun dan hand sanitiser ini berasal dari donasi anggota Japelidi yang dihimpun secara crowdfunding. Kegiatan ini sudah dilakukan di beberapa kota seperti Jakarta, Denpasar, Yogyakarta, Salatiga, dan akan dilakukan di beberapa kota lainnya seperti Sematang, Pasuruan, Lamongan, Bandung, Ponorogo dan mungkin akan kota-kota lainnya.

Novi menjelaskan,a nimo masyarakat pada edukasi Covid-19 terbilang sangat besar. Poster digital disebarkan pada ragam kanal media sosial. Dia juga mengaku permintaan soft file edukasi ini semakin besar dalam bentuk bahasa daerah.

Hingga saat ini sudah ada 10 bahasa daerah yang sudah selesai diproduksi posternya hingga Senin 23 Maret 2020 sekitar pukul 13 siang yakni bahasa Sunda, Palembang, Bangka, Bali, Banjar, Dayak Ngaju, Malang Raya, Suroboyo, Manado dan Madura. Sedangkan yang masih dalam proses ada 20 bahasa daerah yakni Kupang, Jawa Tengah ngoko, Jawa Tengah Kromo, Padang, Aceh, Dayak, Batak dan Banyumasan, Madura Kromo dan Minang. Ini tidak menutup kemungkinan ada penambahan bahasa daerah lagi sesuai dengan kebutuhan.

Selaku ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Novi menilai untuk mencapai khalayak yang beragam, pendekatan bahasa daerah sangat penting. Tujuannya, agar pesan lebih mudah diterima terutama bagi lansia yang mungkin akan lebih mudah menerima pesan dalam bahasa daerah.

“Kalau istilah bahasa jawanya sih “diuwongke” artinya dimanusiakan karena didekati dengan keragaman bahasa daerah yang ada di Indonesia. Jadi di setiap daerah - bahasa daerahnya sudah kami produksi dalam konten poster “Jaga diri dan Jaga Keluarga” - kami mendistribusikan poster tersebut, kebanyakan online, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah setempat,” pungkasnya.

Selain memproduksi konten untuk kampanye online dan offline, Japelidi juga bekerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) untuk memberikan edukasi dalam bentuk audio dari konten terkait Covid-19 yang diproduksi Japelidi.

Japelidi adalah komunitas yang beranggotakan akademisi dari 73 perguruan tinggi dan 30 kota di seluruh Indonesia. Pada upaya pencegahan Covid-19, Japelidi ingin mengabdi pada masyarakat untuk mengolah dan menyarikan informasi yang akurat terkait Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top