Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boris Johnson Tolak Tunda Perundingan Brexit

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menolak tuntutan untuk menunda masa transisi Brexit yang berakhir pada 31 Desember 2020 meski di tengah tekanan ekonomi wabah virus corona.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  16:53 WIB
Boris Johnson Tolak Tunda Perundingan Brexit
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menolak tuntutan untuk menunda masa transisi Brexit yang berakhir pada 31 Desember 2020 meski di tengah tekanan ekonomi wabah virus corona.

"Ada undang-undang yang tidak bisa diubah. Ini bukan subjek yang dibahas secara teratur di Downing Street," kata Johnson dilansir Bloomberg, Kamis (19/3/2020).

Krisis akibat virus corona telah memaksa pembicaraan perdagangan dengan Uni Eropa ditunda sementara pemerintah fokus pada penanganan wabah. Hal itu membuat Johnson di bawah tekanan yang semakin besar untuk melakukan perpanjangan masa transisi usai Inggris meninggalkan blok ekonomi itu pada 31 Januari 2020.

Jika kedua pihak tidak dapat mencapai kesepakatan perdagangan pada akhir tahun ini, Inggris secara efektif akan keluar dari blok.

Johson yang tahun lalu berjanji tidak akan menunda Brexit mengatakan, hal itu akan menjadi kemunduran politik besar. Inggris tetap terikat oleh peraturan Uni Eropa, bahkan jika negara itu tidak memiliki suara di blok ekonomi selama masa transisi.

Pemerintah mengatakan telah bertekad untuk melanjutkan pembicaraan dengan UE, dan kedua pihak sedang mendiskusikan cara untuk mengganti pertemuan tatap muka yang direncanakan dengan konferensi video.

Menurut seorang pejabat, pilihan yang masuk akal adalah perundingan dilakukan secara bertahap, tidak seperti rencana awal dimana negosiasi dilakukan berturut-turut dalam satu waktu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Brexit Boris Johnson
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top