Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Profesor UGM Diduga Terinfeksi Virus Corona Covid-19

Kabar Guru Besar Farmakologi, Fakultas Kedokteran UGM itu diduga terinfeksi Covid-19 beredar kemarin di media sosial.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  08:54 WIB
Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara
Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Seorang profesor di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga terinfeksi virus corona Covid-19 dan kini dirawat intensif di RS Sardjito Yogyakarta.

Kabar Guru Besar Farmakologi, Fakultas Kedokteran UGM itu diduga terinfeksi Covid-19 beredar kemarin di media sosial.

Guru besar itu dirawat di ICU dengan alat bantu pernapasan ventilator,  dan mengalami acute respiratory distress syndrome (ARDS).

ARDS adalah kondisi yang muncul ketika cairan mengumpul di alveoli, yaitu kantung udara kecil dan elastis pada paru.

Pasien tidak pernah ke luar negeri dalam masa inkubasi, dan melakukan perjalanan ke Jakarta pada 2.4 Maret 2020. Diduga pasien mengalami penularan lokal.

Atas kabar itu, Kabag Humas UGM Iva yang dikonfirmasi Bisnis, Senin (16/3/2020) sore mengatakan bahwa sejauh ini belum ada seorang pun sivitas akademika UGM terinfeksi virus corona Covid-19.

“Benar beliau sakit dan dirawat di RS Sardjito, tapi hingga kini belum ada informasi sakit corona Covid-19. Kita doakan supaya beliau sehat,” katanya.

Diberitakan Bisnis, Senin (16/3/2020), Guru besar diduga terjangkit virus corona (Covid-19).

Rektor UGM Panut Mulyono memastikan salah seorang guru besar UGM dicurigai mengidap Covid-19.

UGM pun menaikkan status yang semula "siaga" menjadi "awas" pandemi covid-19.

"Iya ada peningkatan status. Semula kami kewaspadaan, tapi dengan adanya kasus yang terungkap bahwa ada guru besar UGM yang jadi suspect, maka kami dengan tujuan melindungi mahasiswa kami yang jumlahnya 53.000 orang, kami tingkatkan kesiapsiagaan menjadi awas," tutur Panut, Senin (16/3/2020).

Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna menjelaskan saat ini guru besar tersebut sedang dalam pengecekan ke Balitbangkes Kemenkes untuk diuji positif Covid-19 atau tidak.

"Kondisinya masih dalam observasi," kata dia.

Disinggung apakah yang bersangkutan sempat melakukan perjalanan ke luar negeri, Paripurna menegaskan guru besar tersebut tidak ada riwayat tersebut dan tidak melakukan kontak dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang saat ini positif Covid-19 dan tidak berkontak dengan Ratu dan Raja Belanda saat kunjungan ke UGM beberapa waktu lalu.

"Tidak, ya. Saat ada acara ratu dan raja Belanda di sini beliau tidak melakukan kontak dan Menhub juga tidak," katanya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi JIBI/Harianjogja.com, Kabag Hukum dan Humas RSUP dr. Sardjito Banu Hermawan enggan memberikan kepastian terkait kabar tersebut. Ia hanya menegaskan saat ini di Sardjito ada empat pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang dirawat.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ugm Virus Corona
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top