Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jerman Kecam Tawaran US$1 Miliar Trump untuk Hak Eksklusif Vaksin Virus Corona

Jerman tidak untuk dijual," ujar Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  19:09 WIB
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA -  Para menteri Jerman mengekspresikan kemarahannya menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menawarkan perusahaan medis Jerman sejumlah besar uang untuk hak eksklusif atas vaksin Covid-19.

"Jerman tidak untuk dijual," ujar Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier kepada penyiar ARD, seperti dikutip melalui The Guardian, Senin (16/3).

Altmaier bereaksi terhadap laporan halaman depan di surat kabar Welt am Sonntag yang berjudul "Trump vs Berlin".

Surat kabar itu melaporkan Trump menawarkan US$1 miliar kepada perusahaan biofarmasi CureVac yang berbasis di Tübingen dengan tujuan menjadikan vaksin hanya untuk Amerika Serikat.

Sebelumnya, pemerintah Jerman dilaporkan menawarkan insentif keuangan untuk ketersediaan vaksin di negara mereka sendiri. Laporan ini tentu memicu kemarahan Berlin.

"Para peneliti Jerman mengambil peran utama dalam mengembangkan obat-obatan dan vaksin sebagai bagian dari jaringan kerja sama global," kata Menteri Luar Negeri Heiko Maas kepada jaringan penelitian Funke Mediengruppe.

"Kami tidak dapat membiarkan situasi di mana orang lain ingin secara eksklusif memperoleh hasil penelitian mereka," tambah Maas.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, mengatakan pengambilalihan CureVac oleh pemerintahan Trump tidak akan dibiarkan.

CureVac akan mengembangkan vaksin untuk kebutuhan seluruh dunia, Spahn berkata, bukan untuk masing-masing negara.

Infeksi virus corna di seluruh dunia telah berkembang menjadi lebih dari 86.000, menurut data Universitas Johns Hopkins, sementara kasus di China mencapai 80.860 sampai dengan Senin (16/3).

Angka kematian di luar China telah meningkat menjadi lebih dari 3.241, sementara kematian di daratan China mencapai 3.208 sampai dengan hari ini.

Seorang pejabat AS mengatakan pada Minggu (15/3), bahwa laporan itu telah dilebih-lebihkan

Dia mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah berbicara dengan lebih dari 25 perusahaan yang mengklaim dapat membantu pengadaan vaksin. Sebagian besar perusahaan ini telah menerima dana awal dari investor AS.

Pejabat itu juga membantah bahwa AS sedang berusaha memiliki hak eksklusif untuk vaksin yang dapat menurunkan angka infeksi terhadap virus corona.

“Kami akan terus berbicara dengan perusahaan mana pun yang mengklaim dapat membantu. Dan solusi apa pun yang ditemukan akan dibagikan kepada dunia," kata pejabat itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top