Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasien Corona Nomor 25 Meninggal, Jenazah Dikremasi di Bali

WNA terkait Corona yang meninggal di Bali dan diidentifikasi sebagai kasus nomor 25 langsung dikremasi di Pemakaman Mumbul, Kabupaten Badung, pada pukul 12.30 Wita.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  17:17 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengecek peralatan kesehatan saat berada di ruangan isolasi Rumah Sakit Zainal Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (4/3/2020). Pemerintah Aceh menyediakan dua unit rumah sakit khusus , yakni Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh dan Rumah Sakit Cut Meutia, Lhokseumawe sebagai rujukan untuk penanganan pasien  terinfeksi virus Corona. - ANTARA/Ampelsa
Ilustrasi-Petugas medis mengecek peralatan kesehatan saat berada di ruangan isolasi Rumah Sakit Zainal Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (4/3/2020). Pemerintah Aceh menyediakan dua unit rumah sakit khusus , yakni Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh dan Rumah Sakit Cut Meutia, Lhokseumawe sebagai rujukan untuk penanganan pasien terinfeksi virus Corona. - ANTARA/Ampelsa

Bisnis.com, DENPASAR - WNA terkait Corona yang meninggal di Bali dan diidentifikasi sebagai kasus nomor 25 langsung dikremasi di Pemakaman Mumbul, Kabupaten Badung, pada pukul 12.30 Wita.

Sekda Bali Dewa Indra menegaskan seluruh biaya kremasi ditanggung oleh pemerintah daerah Bali. Ditegaskan pula bahwa kremasi dilakukan setelah ada kesepakatan dengan pihak keluarga.

“Sesuai dengan prosedur penanganan penyakit menular karena virus, maka pihak keluarga pasien serta pemerintah memutuskan untuk mengkremasi jenasah pasien di Pemakaman Mumbul-Badung pada pukul 12.30 Wita tadi siang,” jelas Dewa Indra dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2020).

Dewa Indra menjelaskan bahwa pasien yang merupakan seorang WNA perempuan berusia 53 tahun ini didiagnosa menderita penyakit gula atau diabetes, hipertensi, hiperteroid, dan penyakit paru menahun serta dalam pengawasan Covid 19. Pasien tersebut masuk ke Bali pada 29 Februari 2020.

Sejak 3 Maret pasien mulai mengalami demam dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta, sebelum akhirnya pada 9 Maret dirawat di RSUP Sanglah. Menurut Dewa Indra perawatan dilakukan sesuai protap atau prosedur penanganan pasien pengawasan Covid-19 karena yang bersangkutan menunjukan gejala penyakit akibat infeksi virus Corona atau Covid-19.

“Pada 11 maret dini hari pukul 02.45 WITA pasien tersebut meninggal dunia,” tutur Dewa Indra.

Dewa Indra menegaskan bahwa sampai pasien meninggal dunia, Pemprov Bali belum menerima hasil lab dari Jakarta. Setelah dikonfirmasi, WNA yang berada dalam pengawasan ini dikonfirmasi masuk dalam kasus 25 positif Covid-19.

Ditegaskan Dewa Indra sejak pasien masuk RSUP Sanglah, sesuai dengan protokol penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Survailance Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melakukan penyusuran terhadap orang-orang yang diajak kontak oleh pasien.

Terkait itu telah diperoleh 21 orang yang melakukan kontak dengan pasien sejak turun dari pesawat di bandara sampai pasien tiba di Rumah Sakit.

“Ada 21 orang ini sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas Kesehatan dan sampai saat ini mereka semua dalam keadaan sehat, dan mereka diisolasi di rumah masing-masing, tentunya kepada mereka telah diberikan edukasi terkait pencegahan penularan virus tersebur,” jelas Dewa Indra.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali rsup sanglah Virus Corona
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top