Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jejak Rekam Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin

Pria yang masih berdarah jawa ini pernah menjadi anak buah dua PM Malaysia yaitu Mahathir Mohamad dan Najib Razak.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 02 Maret 2020  |  10:46 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri) melambaikan tangan sebelum berangkat untuk upacara pelantikan di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). Muhyiddin diangkat sebagai perdana menteri pada 29 Februari oleh raja negara itu untuk mengakhiri pergolakan enam hari perebutan kekuasaan setelah Mahathir Mohamad tiba-tiba mengundurkan diri pada hari Senin karena pertengkaran dalam koalisinya yang dulu. Bloomberg - Samsul Said
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri) melambaikan tangan sebelum berangkat untuk upacara pelantikan di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). Muhyiddin diangkat sebagai perdana menteri pada 29 Februari oleh raja negara itu untuk mengakhiri pergolakan enam hari perebutan kekuasaan setelah Mahathir Mohamad tiba-tiba mengundurkan diri pada hari Senin karena pertengkaran dalam koalisinya yang dulu. Bloomberg - Samsul Said

Bisnis.com, PUTRAJAYA - Muhyiddin Yassin terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia usai Mahathir Mohamad mengumumkan pengunduran diri. Presiden Partai Bersatu (PPBM) itu ditunjuk langsung oleh Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah.

Raja Malaysia memilih Muhyiddin sebagai perdana menteri setelah berbicara dengan para anggota parlemen Malaysia (Dewan Rakyat) pada pertengahan pekan ini. Muhyiddin yang merupakan Presiden Partai Bersatu dianggap paling layak menjadi PM karena mendapat kepercayaan mayoritas parlemen.

"Sehubungan dengan itu, Sri Paduka Bagina telah berkenan melantik YB Tan Sri Mahiaddin (Muhyiddin) bin Md Yasin sebagai Perdana Menteri," demikian pengumuman Istana Negara Malaysia, Sabtu (29/2/2020).

Berdasarkan hukum Malaysia, penunjukan perdana menteri Malaysia bisa dilakukan oleh raja. Sebab, Raja Malaysia berada di atas undang-undang.

Muhyiddin adalah pemain lama di dunia politik Negeri Jiran. Pria yang masih berdarah jawa ini pernah menjadi anak buah dua PM Malaysia yaitu Mahathir Mohamad dan Najib Razak.

Mengutip Mothership (29/2/2020), Muhyiddin sempat bekerja di berbagai perusahaan milik negara. Lulusan Universitas Malaya itu kemudian memasuki arena politik pada 1978 sebagai anggota parlemen untuk Pagoh, Johor melalui Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Selanjutnya Muhyiddin sempat mengemban sejumlah jabatan penting di partai tersebut, termasuk Wakil Presiden UMNO.

Selama menjadi anggota UMNO, Muhyiddin pernah menjabat Menteri Pertanian dan Industri Agro dan Menteri Pendidikan. Dulu ia juga pernah menjadi menteri ketika Mahathir Mohamad menjadi PM Malaysia di tahun 1990-an.

Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Besar (Ketua Menteri) Negara Bagian Johor dari 1986 hingga 1995, di bawah pemerintahan Mahathir.

Pada periode-periode selanjutnya, Muhyiddin menempati pos kabinet pemerintah, yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen, Menteri Pertanian dan Industri, dan Menteri Internasional Perdagangan dan Industri.

Pada masa kepimimpinan Najib Razak, ia sempat menempati jabatan sebagai Menteri Pendidikan. Salah satu kebijakan Muhyiddin adalah mengakhiri penggunaan bahasa Inggris untuk mengajar Matematika dan Sains pada 2009.

Menurutnya, Sains dan Matematika perlu diajarkan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, yaitu Bahasa Melayu di sekolah nasional, Bahasa Mandarin di sekolah China, dan Tamil di sekolah Tamil.

Masih di masa pemerintahan Najib, Muhyiddin bahkan diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia selama 6 tahun (2009-2015), dilansir dari Nikkei Asian Review (29/2/2020)

Pada 2015, Muhyiddin akhirnya dipecat oleh Najib Razak karena mempertanyakan investigasi skandal korupsi 1MDB yang menyeret nama Najib Razak.

Usai dipecat, Muhyiddin dan Mahathir Mohamad mendirikan Partai Bersatu. Ia pun terpilih menjadi Menteri Dalam Negeri Malaysia.

Wan Azizah Istri Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia Pengganti Mahathir Mohamad

Muhyiddin adalah sosok yang membawa Partai Bersatu hengkang dari koalisi pemerintah Pakatan Harapan. Ia mendapat dukungan dari partai oposisi UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) dan PAS (Partai Islam se-Malaysia).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia

Sumber : Solopos

Editor : Miftahul Ulum
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top