Virus Corona Lambungkan Harga Produk Konsumsi

Pada Januari 2020, harga barang konsumsi naik 5,4 persen akibat wabah coronavirus dan lonjakan permintaan Tahun Baru Imlek.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  14:32 WIB
Virus Corona Lambungkan Harga Produk Konsumsi
Warga memakai masker berjalan melalui lorong bawah tanah ke kereta bawah tanah di Beijing, China, 21 Januari 2020 di tengah merebaknya coronavirus. - REUTERS / Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Harga produk konsumsi di China meroket tajam ke kisaran tertinggi dalam delapan tahun akibat merebaknya virus corona yang memicu penutupan jaringan transportasi di seluruh negeri membuat kemungkinan kenaikan harga berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Pada Januari 2020, harga barang konsumsi naik 5,4 persen. Bahkan sebelum wabah coronavirus, harga cenderung naik tajam akibat lonjakan permintaan Tahun Baru Imlek. Selain itu, dampak wabah Demam Babi Afrika juga menurunkan persediaan daging babi.

Situasi virus korona memburuk secara dramatis dalam 10 hari terakhir dan memperparah faktor-faktor tersebut. Hal itu tidak hanya akan mengurangi konsumsi dalam negeri, tetapi juga dapat mendorong kenaikan harga secara global. Sebab disetopnya aktivitas produksi di China dalam waktu lama akan merusak pasokan ekspor berbagai barang industri dan makanan.

"Wabah virus mengubah penawaran dan permintaan di China, dengan persediaan tetap pada tingkat yang relatif rendah, kecuali untuk sektor medis, dan permintaan juga turun. Harga kemungkinan akan terus meningkat karena pasokan yang lemah," kata Tommy Xie, seorang ekonom di Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura, dilansir Bloomberg, Senin (10/2/2020).

Biro Statistik Nasional mengatakan, harga makanan dan daging babi yang sudah tinggi dapat kembali membengkak terutama karena Tahun Baru Imlek dan epidemi coronavirus.

"Ke depan, inflasi indeks harga konsumen cenderung bergejolak. Dampak virus dapat menyebabkan harga makanan, seperti sayuran, naik lagi. Di sisi lain, itu bisa mengurangi permintaan rumah tangga, melemahkan tekanan inflasi," kata pernyataan tersebut.

Departemen Pertanian terpaksa melakukan intervensi dengan memerintahkan orang untuk tidak mencegat kendaraan yang mengangkut makanan hewan dan hewan hidup, tidak menutup rumah jagal, dan tidak memblokir jalan desa.

Taobao, salah satu platform e-commerce terbesar di China yang dimiliki oleh Alibaba Group, telah meluncurkan kampanye "Foodies Help Farmers" untuk mempromosikan penjualan produk pertanian yang telah terganggu.

Sementara itu, inflasi yang lebih cepat menguntungkan beberapa perusahaan pertanian, setidaknya dalam jangka pendek. Harga saham Beijing Dabeinong Technology Group Co dan Heilongjiang Agriculture Co mencapai batas kenaikan harian 10 persen jelang tengah hari waktu setempat, sementara Muyuan Foodstuff Co melonjak 8,2 persen dan Wens Foodstuffs Group Co naik 5,5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top