Toyota dan Honda Kompak Perpanjang Penutupan Pabrik di China

Toyota akan membuka pabriknya di China jika situasi sudah aman. Adapun Honda menilai penutupan pabrik di China tidak berdampak pada pendapatan secara grup.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  17:22 WIB
Toyota dan Honda Kompak Perpanjang Penutupan Pabrik di China
Pengunjung duduk di tepi pantai di Victoria Harbour di distrik Tsim Sha Tsui di Hong Kong pada 29 Januari 2020. - Paul Yeung / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Dua pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co memperpanjang masa penutupan pabrik di China hingga pekan depan. Pabrik akan kembali dibuka jika situasi di Negeri Panda yang tengah sibuk menangani virus corona itu kembali normal.

Semula, Toyota melansir penutupan pabrik di China berlangsung hingga 9 Februari 2020. Namun, Toyota menyebut produksi kendaraan baru akan dimulai kembali pada 17 Februari 2020. Pun demikian dengan Honda, akan membuka pabrik pada 14 Februari 2020.

Toyota dan Honda telah menutup pabrik di China seiring dampak wabah virus corona. Penutupan pabrik tersebut menghambat kinerja produsesn mobil di pasar otomotif di China yang telah menunjukkan tren penurunan tiga tahun berturut

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (7/2/2020), Peneliti LMC Automotive memperkirakan pasar mobil China akan susut 10 persen atau lebih jika wabah virus corona berlanjut hingga kuartal III/2020. Analis dan investor juga tengah menghitung kerugian finansial dari wabah virus yang telah menginfeksi lebih dari 31.000 dan membunuh ratusan lainnya.

Produsen mobil memang sangat rentan terpapar virus karena pusat wabah ini berada di provinsi Hubei yang saat ini terisolasi. Hubei merupakan pusat pembuatan mobil terbesar keempat di China dan basis bagi banyak pabrikan, mulai dari Dongfeng Motor Corp, Honda, dan General Motors Co.

Pihak Toyota menyebut, pabrikan asal Jepang itu akan melanjutkan operasi normal dan kembali memasok kendaraan kepada pelanggan segera setelah situasi dianggap aman. Karyawa yang bekerj di fasilitas nonproduksi sudah akan kembali bekerja pada 10 Februari 2020. Perusahaan itu juga sedang menghitung kemungkinan dampak gangguan pada rantai pasokan dan output kendaraannya di negara lain.

Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif Honda Seiji Kuraishi mengatakan pihaknya tidak melihat dampak langsung yang besar pada laba operasi dari penutupan pabrik di China. Honda memiliki dua pabrik patungan di China, salah satunya berlokasi di Wuhan, ibukota Hubei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top