Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona, Menkes Terawan Ungkap 2 Alasan Karantina WNI di Kapal Perang Tak Manusiawi

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pemindahan lokasi karantina di lepas pantai tidak mungkin dilakukan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  17:11 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020). Rapat kerja tersebut membahas pencegahan dan penanganan virus korona di Indonesia serta upaya perlindungan kesehatan Warga Negara Indonesia yang berada di China dan negara lain. - Antara
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020). Rapat kerja tersebut membahas pencegahan dan penanganan virus korona di Indonesia serta upaya perlindungan kesehatan Warga Negara Indonesia yang berada di China dan negara lain. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Warga Natuna menuntut tempat observasi atau karantina WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China,  karena virus corona dipindahkan ke kapal perang agar karantina dilakukan di lepas pantai.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pemindahan lokasi karantina di lepas pantai tidak mungkin dilakukan.

"Dipindahkan di lepas pantai ini tidak lazim. Di seluruh dunia juga tidak lazim. Tempatnya tidak representatif," ujar Terawan dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI, Senin (3/2/2020).

Di sisi lain, menurutnya, kegiatan karantina di kapal perang juga tidak akan terpantau dengan baik dan justru akan berbahaya.

"Kedua, akan merugikan negara karena kalau di kapal itu belum tentu disiplin. Ini justru berbahaya," ujar Terawan.

Ditemui usai rapat, Terawan kembali menegaskan bahwa pemilihan Lanud Raden Sadjad, Natuna, sebagai lokasi karantina sudah melalui berbagai pertimbangan. Lokasi tersebut dianggap paling cocok lantaran berada di komplek militer yang memiliki aturan kedisiplinan yang ketat.

"Setelah beberapa alternatif,  ya harus komplek militer sesuai aturannya supaya disiplin. Di situ yang paling cocok komplek militer yang bandaranya juga jadi komplek lalu lintas udara militer, yaitu Natuna," katanya.

"Bayangin kalau di kapal perang kita enggak manusiawi. Itu ada anak-anak, ada ibu hamil. Kita harus rasional lah."

Adapun total orang yang berhasil dikembalikan dari Wuhan ke Tanah Air oleh Tim Pemulangan Pemerintah Indonesia berjumlah 243 orang.

Mereka terdiri dari 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, satu WNA (suami WNI), serta lima anggota Tim Aju KBRI Beijing. Keseluruhan penumpang tiba dengan selamat di Natuna pada Minggu (2/2/2020).

Diberitakan sebelumnya, Pulau Natuna dipilih karena memiliki standar isolasi yang sesuai dengan standar internasional seperti jarak landasan pacu yang berjarak 6 km dengan pemukiman penduduk. 

Tidak hanya itu, jarak dari hangar pesawat ke dermaga juga berjarak 5 km, sesuai dengan persyaratan. Sementara itu, rumah sakit di sana dikelola oleh tiga angkatan yaitu angkatan laut, darat dan udara. 

Kapasitas tampung rumah sakit juga luas yaitu dapat menampung 300 orang pasien.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri kesehatan virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top