Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wabah Virus Corona, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan ke China

AS juga kemungkinan memperluas pemindaian virus di perbatasan dan secara ketat memantau 110 orang yang tengah diobservasi karena diduga terpapar dengan virus corona.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  07:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan imbauan terhadap warga AS yang ingin melakukan perjalanan ke China menyusul wabah virus corona yang semakin menyebar.

AS juga kemungkinan memperluas pemindaian virus di perbatasan dan secara ketat memantau 110 orang yang tengah diobservasi karena diduga terpapar dengan virus corona. Hingga Senin pagi, belum ada kasus baru di AS setelah lima pasien pertama diidentifikasi.

Di Hong Kong, pihak berwenang mengumumkan akan menutup sementara semua fasilitas olahraga dan budaya mulai hari Rabu, termasuk museum, kolam renang, perpustakaan umum, dan lapangan sepak bola. Program rekreasi, olahraga, dan budaya di tempat-tempat itu dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Peringatan perjalanan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS berada pada level 3, level tertinggi kedua. Sebelumnya, AS telah mendesak warga untuk "meningkatkan kewaspadaan" ketika mengunjungi China, sambil menghindari perjalanan ke daerah dekat Wuhan, kota berpenduduk 11 juta tempat epidemi dimulai.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang menjadi ujung tombak respons AS, mengatakan pihaknya mengembangkan rencana untuk tes yang akan dibagikan kepada negara bagian agar lebih cepat mendiagnosis kasus baru. Mereka menekankan tidak ada bukti ada penyebaran virus di dalam negeri AS.

"Saat ini di AS, virus ini tidak menyebar di komunitas," kata Nancy Messonnier, direktur CDC dari Pusat Nasional untuk Imunisasi dan Penyakit Pernafasan, seperti dikutip Bloomberg.

Pejabat telah berjaga-jaga untuk kasus-kasus yang disebut penularan sekunder, di mana pasien asli yang berasal dari China dapat menginfeksi orang lain.

Kecemasan tumbuh di tengah bukti bahwa penyakit ini memiliki masa inkubasi selama dua pekan sebelum mereka yang terinfeksi mulai menunjukkan gejala. Hal itu memunculkan kemungkinan orang bisa bepergian dan akhirnya menulari orang lain sebelum menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut. Tetapi Messonnier mengatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti yang jelas bahwa virus dapat menyebar selama masa inkubasi sebelum pasien memiliki gejala.

Virus baru ini tampaknya kurang menular daripada virus yang sangat menular seperti campak, katanya. Virus corona seperti ini  umumnya ditularkan oleh cairan dari pernapasan, katanya.

CDC mengatakan, dari 110 orang di AS yang diselidiki untuk kemungkinan infeksi coronavirus, lima di antaranya dinyatakan positif, 32 di antaranya negatif, sedangkan 73 lainnya masih menunggu hasil.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top