Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demokrat Tuduh Trump Punya Skema Korupsi untuk Pojokkan Biden

Partai Demokrat menuduh Presiden Donald Trump mempunyai skema korupsi untuk menekan Ukraina agar membantunya terpilih kembali menjadi presiden dan mengingatkan citra AS akan tercoreng di dunia internasional kalau Senat membebaskannya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  06:30 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Demokrat menuduh Presiden Donald Trump mempunyai skema korupsi untuk menekan Ukraina agar membantunya terpilih kembali menjadi presiden dan mengingatkan citra AS akan tercoreng di dunia internasional kalau Senat membebaskannya.

Sementara itu, Trump mengatakan kepada wartawan di Swiss bahwa Demokrat tidak memiliki cukup bukti untuk menemukannya bersalah dan memecatnya dari jabatan presiden.

Dalam tuntutannya, ketua tim penuntut Partai Demokrat, Adam Schiff mengatakan Trump telah mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden Joe Biden dan putranya atas tuduhan korupsi yang tidak berdasar tahun lalu.

Trump meminta campur tangan dari Ukraina untuk meningkatkan peluangnya dalam pemilihan presiden AS pada November ini, kata Schiff.

Dia menjelaskan argumen tersebut menjelaskan mengapa Trump harus dinyatakan bersalah menyalahgunakan kekuasaannya

"Untuk menerapkan skema korup ini, Presiden Trump menekan presiden Ukraina untuk mengumumkan investigasi secara terbuka terhadap atas dua tuduhan pada Biden sehingga menguntungkan kampanye presiden 2020 Presiden Trump," kata Schiff seperti dikutip Reuters, Kamis (23/1/2020).

Kalangan Demokrat berpendapat bahwa Trump sedang berusaha menemukan kesalahan Biden, pesaing utama untuk nominasi presiden dari Partai Demokrat, dan putranya, Hunter, yang pernah bertugas di dewan perusahaan gas Ukraina.

Tujuannya untuk membantu presiden presiden itu memenangkan masa jabatan kedua.

Trump menyangkal tuduhan itu dan  rekan-rekannya dari Partai Republik di Senat mengatakan apa yang dituduhkan  tidak sesuai dengan deskripsi "kejahatan tinggi dan pelanggaran ringan" yang diuraikan dalam Konstitusi AS sebagai alasan untuk menggulingkan presiden.

Dengan demikian Trump hampir pasti akan dibebaskan oleh Senat yang beranggotakan 100 orang yang dikendalikan oleh Partai Republik. Sedangkan, untuk menggulingkan Trump dibutuhkan mayoritas dua pertiga suara dukungan. 

Tetapi, efek persidangan tersebut terhadap pemilihan umum pada November November masih belum jelas. Kasus terhadapnya difokuskan pada panggilan telepon pada 25 Juli tahun lalu saat meminta Zelenskiy untuk membuka penyelidikan korupsi keluarga Biden.

Selain itu, Ukraina, bukan Rusia, ikut campur dalam pemilihan umum AS. 2016.

“Tidak ada yang lebih berbahaya bagi demokrasi daripada seorang pimpinan yang bekerja dengan kekebaln hukum dan bebas dari akuntabilitas. Hanya  Kongres yang bersedia membiarkannya demikian,” kata Schiff. 

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat ukraina Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top