Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Viral Banjir di Surabaya, Ini Penjelasan Risma

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara terkait persoalan banjir yang melanda daerahnya pada Rabu (15/1/2020) dan sempat viral di media sosial.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  15:39 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengamati benda bersejarah seusai peresmian Museum HOS Tjokroaminoto, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/11). Peresmian rumah Pahlawan Nasional HOS Tjokroaminoto yang terletak di Jalan Peneleh VII Nomor 29-31 Surabaya menjadi museum sejarah tersebut antara lain bertujuan agar generasi muda lebih mengenal para pahlawan dan mempelajari sejarahnya. ANTARA FOTO - Didik Suhartono
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengamati benda bersejarah seusai peresmian Museum HOS Tjokroaminoto, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/11). Peresmian rumah Pahlawan Nasional HOS Tjokroaminoto yang terletak di Jalan Peneleh VII Nomor 29-31 Surabaya menjadi museum sejarah tersebut antara lain bertujuan agar generasi muda lebih mengenal para pahlawan dan mempelajari sejarahnya. ANTARA FOTO - Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara terkait persoalan banjir yang melanda daerahnya pada Rabu (15/1/2020) dan sempat viral di media sosial.

Dia menyebut sejatinya hanya ada satu wilayah saja yang terdampak banjir beberapa hari lalu. Dari pernyataan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya Muhammad Fikser beberapa waktu lalu, banjir terjadi di Jalan Mayjen Sungkono yang merupakan kawasan pertokoan. 

Risma mengaku dapat mengatasi banjir tersebut. Hal ini lantaran saluran airnya sudah terkoneksi. 

"Seluruh Surabaya hujan, tapi ya sistem kami sudah buat. Enggak bisa misal pasang pompa, tapi saluran tidak terkoneksi. Bagaimana air disuruh datang ke tempat pompa kalau kita ndak buat koneksi," tutur Risma saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Millenial Summit (IMS) di gedung Tribrata, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Saluran air di Surabaya, katanya, terkoneksi mulai dari perkampungan, jalan, hingga ke rumah pompa. Hal ini yang membuat banjir di kota pahlawan dapat surut dalam waktu hanya beberapa jam saja.

"Menangani aliran harus terkoneksi. Kalau tidak terkoneksi akan tinggalkan titik tergenang, terutama darah cekung. Itu akan tinggalkan jejak airnya. Kami selalu bangun sistem drainase," jelasnya. 

Dia memastikan seluruh pompa air di Surabaya berjalan. Risma mengaku memantau langsung melalui kamera pantau yang terkoneksi dengan komputer portabel miliknya. 

"Saya bisa lihat lewat iPad saya pompanya dinyalakan atau tidak. Dia bisa langsung lihat rumah pompa saya kondisinya saat ini," sebutnya.

Risma menyebut dia bisa memantau pekerjaan dan mencatat waktu pekerjaan pekerja di Pemkot Surabaya. Dia membeberkan ada konsekuensi bagi petugas yang lalai atas pekerjaannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

walikota surabaya tri rismaharini banjir
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top