Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gunung Berapi Muntahkan Abu, Pasar Finansial Filipina Tutup

Aktivitas perdagangan pasar finansial Filipina ditiadakan pada hari ini, Senin (13/1/2020), seiring dengan meningkatnya aktivitas letusan gunung berapi Taal yang memuntahkan abu dan asap.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  13:41 WIB
Bank sentral Filipina (Bangko Sentral Pilipinas). - Reuters/Romeo Ranoco
Bank sentral Filipina (Bangko Sentral Pilipinas). - Reuters/Romeo Ranoco

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas perdagangan pasar finansial Filipina ditiadakan pada hari ini, Senin (13/1/2020), seiring dengan meningkatnya aktivitas letusan gunung berapi Taal yang memuntahkan abu dan asap.

Dilansir dari Reuters, suspensi perdagangan di Filipina hari ini mencakup perdagangan saham, fixed-income, dan spot kurs peso terhadap dolar AS.

“Perdagangan fixed-income reguler dan settlement operation diharapkan akan berlanjut pada Selasa [14/1/2020],” terang operator platform perdagangan fixed-income di Filipina, PDS Group, dalam sebuah pernyataan.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan keselamatan karyawan dan pedagang setelah gunung Taal yang terletak di dekat kota Manila memuntahkan abu dengan volume besar yang menyelimuti seluruh ibu kota negara Filipina itu.

Secara terpisah, Asosiasi Bankir Filipina mendorong bank-bank untuk melancarkan kebijakan guna memastikan keselamatan karyawan mereka.

Selain itu, Bursa Efek Filipina menyatakan bahwa operasi kliring di Securities Clearing Corporation of the Philippines (SCCP) juga telah ditangguhkan.

Tak hanya pasar finansial, kegiatan belajar mengajar dan kantor-kantor di Manila ditutup pada hari ini. Otoritas seismologi setempat memperingatkan erupsi gunung tersebut bisa terjadi kapan saja yang berpotensi memicu tsunami.

"Kecepatan peningkatan aktivitas vulkanik Taal mengejutkan,” ujar Maria Antonia Bornas, kepala spesialis penelitian sains di Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) kepada awak media.

"Kami telah mendeteksi magma. Magma itu masih dalam, belum mencapai permukaan. Masih bisa terjadi erupsi berbahaya kapan saja,” tambahnya.

Phivolcs sebelumnya telah menaikkan tingkat kewaspadaan menjadi 4 dari 5, yang berarti “letusan berbahaya dapat terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari”.

Phivolcs juga memperingatkan kemungkinan bahaya tsunami vulkanik dan aliran gas panas dan materi vulkanik yang cepat yang dapat menghantam area di sekitar danau Taal, sebuah destinasi liburan akhir pekan yang populer di Manila.

Saat ini pemerintah setempat mengevakuasi sekitar 8.000 penduduk pulau gunung berapi dan kota-kota berisiko tinggi. Sekitar 6.000 sudah keluar dari zona bahaya pada Minggu dini hari, kata Dewan Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Dewan Manajemen kepada awak media.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina gunung
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top