Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Badai Musim Dingin AS: 10 Orang Tewas dan 1.000 Penerbangan Dibatalkan

Sedikitnya 10 orang tewas, lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan dan ratusan ribu orang hidup tanpa pasokan listrik di lima negara bagian di Amerika Serikat pada Sabtu (11/1/2020) ketika sistem badai musim dingin menerpa negara tersebut.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  01:26 WIB
Salju di New York, AS - Reuters/Brendan McDermid
Salju di New York, AS - Reuters/Brendan McDermid

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 10 orang tewas, lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan dan ratusan ribu orang hidup tanpa pasokan listrik di lima negara bagian di Amerika Serikat pada Sabtu (11/1/2020) ketika sistem badai musim dingin menerpa wilayah tersebut.

Dikutip dari Reuters, Minggu (12/1/2020), badai musim dingin yang hebat disertai angin berkekuatan badai, hujan es berukuran bola golf, dan salju setebal 2-5 inci (5-13 cm) mulai terjadi sejak Jumat malam – Sabtu pagi mulai dari Texas hingga Michigan.

Salju dengan ketebalan antara 6-12 inci diperkirakan masih akan terjadi pada Minggu di beberapa negara bagian seperti Illinois, Michigan, New York utara dan New England.

“Bahaya sebenarnya berasal dari akumulasi angin dan es,” kata Bob Oravec dari the National Weather Service (NWS) di College Park Maryland.

Salju dengan ketebalan lebih dari 0,5 inci es diprediksi akan menutupi daerah jalan raya dan jalanlintas Selatan dan Timur Laut. “Es dan angin akan membahayakan pengemudi, mematahkan pohon-pohon serta membuat pasokan listrik padam,” ujarnya.

Setidaknya dua orang dinyatakan tewas ketika badai menghancurkan sebuah rumah di Louisiana Barat Laut pada Jumat malam. Kemudian sebuah media lokal menyebutkan ada satu orang lainnya yang meninggal tertimpa pohon tumbang di negara bagian tersebut.

Orang keempat yang tewas pada Jumat dalam badai ketika mobil yang dikendarai tergelincir dari jalan dan masuk ke sungai di Dallas.

Di negara bagian Texas, seorang petugas pemadam kebakaran dan seorang perwira polisi di Lubbock, Texas, tewas pada Sabtu karena tertabrak mobil yang tergelincir di jalan raya yang licin, ketika mereka sedang menyelidiki kecelakaan lalu lintas.

Tiga kematian lainnya yang terkait badai terjadi di Pickens County di Alabama barat. Kemudian orang ke-10 meninggal di tenggara Oklahoma pada Sabtu pagi, yakni seorang pria berusia 58 tahun yang hanyut bersama truk pikapnya di jalan yang sedang banjir.

Setidaknya ada lebih dari 257.000 rumah penduduk dan pelaku bisnis yang jadi korban padamnya aliran listrik di Alabama, Mississippi, Kentucky, Tennessee dan Arkansas. Pemadaman parah di Texas, Michigan dan Illinois.

Sebagian besar keterlambatan dan pembatalan penerbangan berada di Bandara Internasional O'Hare Chicago, dengan lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan dan ratusan lainnya ditunda, menurut flightaware.com.

Tornado juga merusak atau menghancurkan beberapa bangunan di Arkansas dan Missouri.

NWS mengatakan lebih dari 18 juta orang di Louisiana, Arkansas, Texas, dan Oklahoma masih berisiko terkena tornado dan hujan lebat. Oravec mengatakan bahwa hembusan angin kekuatan badai sekitar 75 mph (120 kpj) menghantam wilayah tenggara AS.

Ketika sistem mendorong ke arah timur, hujan akan berakhir di banyak negara bagian selatan, tetapi Northeast dan New England diperkirakan akan mengalami cuaca buruk yang masih akan berlangsung selama satu hari lagi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat badai salju
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top