Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inilah Saham Terbaik dan Terburuk Eropa Tahun 2019

Ini merupakan tahun yang cukup baik untuk saham Eropa. Benchmark untuk indeks Stoxx Europe 600 diperkirakan akan mencatat kenaikan tahunan sekitar 24 persen, lebih baik dari dampak aksi jual pada tahun 2018, dan indeks tersebut akan ditutup tahun ini mendekati rekor tertinggi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 Desember 2019  |  20:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Ini merupakan tahun yang cukup baik untuk saham Eropa. Benchmark untuk indeks Stoxx Europe 600 diperkirakan akan mencatat kenaikan tahunan sekitar 24 persen, lebih baik dari dampak aksi jual pada tahun 2018, dan indeks tersebut akan ditutup tahun ini mendekati rekor tertinggi.

Di antara saham individu, 13 perusahaan dalam indeks tersebut telah melihat nilai saham mereka berlipat ganda, sementara pemain terburuk tahun ini, Tullow Oil Plc, turun sekitar 64 persen.

Mereka yang menunjukkan performa terbaik tahun ini termasuk startup peralatan makan dan pembuat kompresor industri, sementara produsen protein shake dan bank telah menjadi penghambat.

Menurut Jeffrey Taylor, Kepala Ekuitas Eropa di Invesco Ltd., tidak semua pergerakan harga saham dipengaruhi oleh pemberitaan media.

"Pada tingkat saham, ada banyak contoh kinerja yang lebih baik didorong oleh pemeringkatan ulang daripada kondisi fundamental semata," tulisnya dalam catatan kepada klien, dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (28/12/2019).

Taylor mengatakan bahwa dia akan tetap fokus pada nilai daripada pertumbuhan pada tahun 2020.

"Kami melihat kombinasi menarik dari kebijakan moneter yang masih longgar dan tren fiskal yang mendukung," tulisnya, "Bagi kami, [kondisi] ini terdengar ramah untuk pertumbuhan ekonomi namun tidak untuk pertumbuhan saham."

Di bawah ini merupakan daftar dari sebagian saham terbaik dan terburuk yang paling menarik di Eropa pada 2019:

Saham dengan Performa Terbaik:

1. Altice Europe NV (+ 238 persen)
Saham perusahaan miliarder Patrick Drahi melonjak pada Agustus setelah Altice menaikkan prospek setahun penuh dan melaporkan pertumbuhan dua kali lebih tinggi dari yang diharapkan analis pada kuartal tersebut.

Perusahaan yang berbasis di Amsterdam ini juga berupaya memotong beban utangnya melalui penjualan aset. Pendiri Manajemen Modal Lucerne Pieter Taselaar mengatakan pada bulan November bahwa sahamnya akan naik tiga kali lipat menjadi 15 euro.

2. HelloFresh SE (+ 208 persen)
Popularitas pembuat kit makanan ini telah melonjak, dan demikian pula harga sahamnya.

Analis Berenberg Robert Berg mengatakan pembaruan kuartalan terbaru HelloFresh bulan lalu memberikan angka tertinggi pada rentang panduan, sementara beban pemasaran turun.

3. ASM International NV (+ 183 persen)
Pembuat mesin yang digunakan untuk memproduksi semikonduktor diperdagangkan di sekitar level tertinggi sepanjang masa setelah hasil kuartalan pada bulan November digambarkan jauh lebih baik dari yang diharapkan, dalam sebuah catatan dari Edwin de Jong dari NIBC Bank NV.

Angka-angka itu melegakan bagi investor setelah korporasi dihadapi tantangan berat.

Saham dengan Performa Terburuk:

1. Tullow Oil Plc (-64 persen)
Kinerja Tullow turun 72 persen dalam satu hari di bulan Desember setelah perusahaan yang terdaftar di London itu memperingatkan masalah produksi di Ghana, menangguhkan dividen dan mengumumkan pengunduran diri CEO.

Itu adalah penurunan kedua dalam sebulan terakhir, menyusul berita bahwa perusahaan akan mempertimbangkan kembali penemuannya di Guyana, Amerika Selatan, mendorong penurunan 27 persen pada 13 November.

2. NMC Health (-37 persen)
Operator rumah sakit asal Inggris yang beroperasi di Uni Emirat Arab ini terjatuh setelah Muddy Waters Capital LLC mengatakan laporan keuangan perusahaan mengisyaratkan potensi kelebihan pembayaran untuk aset, peningkatan saldo kas dan utang yang rendah.

NMC mengatakan klaim itu tidak berdasar dan sedang merencanakan peninjauan independen.

3. Glanbia Plc (-36 persen)
Saha produsen protein shake yang diperdagangkan di Dublin ini merosot pada Juli setelah peringatan dari data laba dan analis Goodbody, Jason Molins memproyeksikan pertumbuhan pada 2020 akan terdedam.

"Mengingat tantangan yang sedang berlangsung dalam bisnis dan momentum pendapatan yang terbatas, kami mempertahankan sikap berhati-hati," kata Molins, dalam sebuah catatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global bursa eropa
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top