Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Turki Resmi Perkenalkan Proyek Mobil Nasional

Proyek mobil ini menghabiskan investasi sebesar 22 miliar lira atau US$3,7 miliar selama 13 tahun.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 Desember 2019  |  00:45 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berfoto dengan purwarupa mobil nasional Turki di Gebze, Turki, Jumat (27/12/2019). - Kantor Kepresidenan Turki via Reuters
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berfoto dengan purwarupa mobil nasional Turki di Gebze, Turki, Jumat (27/12/2019). - Kantor Kepresidenan Turki via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Turki resmi memperkenalkan proyek mobil listrik nasionalnya yang ditargetkan akan memproduksi 175.000 unit setiap tahun.

Proyek mobil ini menghabiskan investasi sebesar 22 miliar lira atau US$3,7 miliar selama 13 tahun.

Proyek tersebut telah menjadi tujuan jangka Panjang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Partai AK yang mengusungnya. Proyek ini diharapkan dapat menggambarkan seberapa kuat ekonomi negara berkembang besar seperti Turki kepada dunia.

Sejauh ini, Turki telah menjadi pengekspor besar mobil ke pasar Eropa. Mobil yang diproduksi di Turki antara lain Ford, Fiat Chrysler, Renault, Toyota, dan Hyundai.

Adapun proyek mobil listrik nasional Turki baru mulai direalisasikan pada Oktober 2019. Proyek ini akan mendapatkan sejumlah insentif seperti pajak dan fasilitas produksi yang disediakan oleh pemerintah di Bursa, barat laut Turki.

Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium bernama Turkey’s Automotive Initiative Group (TOGG) yang didirikan pada 2018. Konsorsium ini melibatkan lima pelaku industri besar Turki, yakni Anadolu Group, BMC, Kok Group, Turkcell, dan Zorlu Holding. 

CEO TOGG saat ini adalah Gurcan Karakas, yang sebelumnya merupakan pejabat tinggi di Bosch. Sementara itu, COO TOGG diisi oleh nama Sergio Rocha, mantan Presiden Direktur General Motor Korea.

Rencananya, produksi mobil listrik oleh konsorsium ini akan dilakukan mulai 2022, dengan berfokus pada model Sport Utility Vehicle (SUV) dan mobil kompak.

Sebanyak lima model mobil listrik telah dipoduksi melalui proyek yang melibatkan lebih dari 4.000 tenaga kerja ini. Pemerintah juga telah menjamin penjualan mobil ini dengan membeli sedikitnya 30.000 unit yang diproduksi hingga 2035.

Proyek ini dimulai pada 2017, saat Erdogan menyatakan rencananya untuk memiliki mobil yang sepenuhnya diproduksi di Turki pada 2021. Dia turut menghadiri upacara seremonial peluncuran TOGG di Gebze, Turki, Jumat (27/12/2019) waktu setempat.

Erdogan mengharapkan mobil ini tidak hanya menjadi produk yang dipasarkan secara domestik tetapi juga secara global. Dia membidik pasar Eropa sebagai sasaran awal pemasaran TOGG.

“Kita semua menyaksikan bagaimana impian selama 60 tahun akhirnya menjadi kenyataan. Saat kami melihat mobil ini di jalanan seluruh penjuru dunia, saat itulah tujuan besar kami benar-benar tercapai,” paparnya seperti dilansir dari Reuters, Jumat (27/12).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki Mobil Nasional
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top