Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepala Daerah Parkir Uang di Kasino Gunakan Valas

Praktik berjudi di kasino oleh kepala daerah sudah lama, namun modus penyimpanan uang di kasino baru sekarang terungkap.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 20 Desember 2019  |  14:51 WIB
Ilustrasi sejumlah orang tengah bermain kasino. - www.casinolifemagazine.com
Ilustrasi sejumlah orang tengah bermain kasino. - www.casinolifemagazine.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ki Agus Badarudin mengatakan praktik berjudi di kasino oleh kepala daerah sudah lama, namun modus penyimpanan uang di kasino baru sekarang terungkap.

“Orang main kasino udah lama, tetapi menempatkan uangnya di kasino mungkin baru terungkap sekarang,” kata Badar di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Menempatkan uang yang dimaksud adalah membuat cassino account sebagai anggota rumah judi. Akun anggota kasino, kata Badar, serupa rekening yang khusus bisa digunakan di kawasan kasino saja.

Penyimpanan uang korupsi di kasino itu, kata dia, sudah dikonfirmasi kepada mitra kerja mereka Financial Intelegent Unit atau FIU. “Mereka menyampaikan memang ada cassino account.”

Informasi yang didapatkan PPATK merupakan informasi intelejen yang lebih dulu harus dikonfirmasi kebenarannya oleh aparat penegak hukum. Ia menyebut PPATK kini sudah menyerahkan temuan mereka kepada aparat hukum. Namun, ia tak mau merinci, kepada siapa temuan itu diberikan, apakah kejaksaan, polisi, KPK, atau lainnya.

PPATK, kata dia, selama proses penyelidikan atau pun penyidikan akan terbuka kepada aparat hukum. “Kami selalu membuka pintu antara analis kami dengan penyidik,” ujarnya.

Dalam acara Refleksi Akhir Tahun di kantornya, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019, Ki Agus Badaruddin menyampaikan temuan PPATK berupa aliran dana ke kasino luar negeri itu.

"PPATK menelusuri transaksi keuangan beberapa Kepala Daerah yang diduga menempatkan dana yang signifikan dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp50 miliar ke rekening kasino di luar negeri," kata Badar.

Dalam paparannya, Badar mengatakan penempatan dana di luar negeri merupakan salah satu modus yang kerap digunakan dalam tindak pidana pencucian uang. Tapi, Badar tidak menjelaskan kepala daerah yang diduga melakukan tindakan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencucian uang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top