Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf Divonis Hukuman Mati

Pengadilan khusus Pakistan memutuskan hukuman mati untuk mantan presiden Pakistan Pervez Musharraf atas tuduhan tindak kekerasan luar biasa dan makar terhadap konstitusi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Desember 2019  |  17:01 WIB
Pervez Musharraf
Pervez Musharraf

Bisnis.com, JAKARTA—Pengadilan khusus Pakistan memutuskan hukuman mati untuk mantan presiden Pakistan Pervez Musharraf atas tuduhan tindak kekerasan luar biasa dan makar terhadap konstitusi.

"Pervez Musharraf diputuskan bersalah berdasarkan Pasal 6 terkait pelanggaran konstitusi Pakistan," ujar pejabat hukum pemerintah, Salman Nadeem seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (17/12).

Jenderal purnawirawan bintang empat itu dijatuhkan oleh tiga hakim, yang diketuai Hakim Ketua Peshawar, Waqar Ahmad Seth.

Musharraf menghadapi dakwaan makar karena menangguhkan Konstitusi dan menerapkan aturan darurat pada 2007. Kebijakan itu dipandang sebagai pelanggaran pada 2014.

Akan tetapi pria berusia 76 tahun itu membantah tuduhan yang dijatuhkan. Saat ini dia berada di Dubai dengan alasan kesehatan dan ancaman terhadap keamanannya.

Pekan lalu, pengadilan memerintahkan Musharraf untuk merekam pembelaannya di hadapan Pengadilan Tinggi Islamabad.

Perintah itu muncul setelah kuasa hukum Pervez maupun pemerintah Pakistan mengisi petisi, yang menghentikan sidang vonis pada 28 November lalu.

Dalam pesan video yang direkam dari ranjang rumah sakit, presiden yang berkuasa pada 2001 hingga 2008 itu siap memberikan kesaksian.

"Komisi yudisial bisa melihat kondisi saya di rumah sakit. Kemudian tim pengacara harus didengarkan di pengadilan," ujarnya dikutip India Today.

Dia berkuasa setelah terlibat dalam kudeta pada 1999, dan memutuskan mundur sembilan tahun kemudian sebelum dimakzulkan.

Dia diduga terlibat pembunuhan mantan PM Benazir Bhutto pada 2007, pembunuhan pemimpin pemberontak Balluchistan Akbar Bugti pada 2006, dan pemecatan ilegal para hakim pada 2007. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pakistan pervez musharraf
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top