Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Bulan Dilanda Protes, Hong Kong Bersiap Gelar Pemilu Pertama

Pemilu ini akan menentukan anggota Dewan Distrik, yang turut bertugas menunjuk 117 dari 1.200 pemilih yang bakal memilih Kepala Eksekutif Hong Kong.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 23 November 2019  |  09:44 WIB
Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam (kedua kanan) meninggalkan gedung Dewan Legislatif setelah batal menyampaikan pidato tahunan terkait kebijakan pemerintah setempat karena adanya protes yang dilancarkan anggota legislatif pro demokrasi, di Hong Kong, Rabu (16/10/2019). - Reuters/Tyrone Siu
Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam (kedua kanan) meninggalkan gedung Dewan Legislatif setelah batal menyampaikan pidato tahunan terkait kebijakan pemerintah setempat karena adanya protes yang dilancarkan anggota legislatif pro demokrasi, di Hong Kong, Rabu (16/10/2019). - Reuters/Tyrone Siu

Bisnis.com, JAKARTA - Hong Kong akan menggelar Pemilu lokal perdana setelah dirundung aksi protes sejak Juni 2019 pada Minggu (24/11/2019).
 
Pemilu ini memilih anggota Dewan Distrik. Meski posisi anggota Dewan Distrik memiliki kekuasaan yang terbatas, tapi mereka turut membantu menunjuk 117 dari 1.200 pemilih yang bertugas memilih Kepala Eksekutif Hong Kong. 
 
Dengan demikian, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (23/11), pemilihan anggota Dewan Distrik kali ini bisa membantu kelompok pro demokrasi untuk mendapatkan pilihan yang lebih luas dalam menentukan kandidat Kepala Eksekutif Hong Kong. Meski, memang nantinya kandidat yang terpilih harus mendapat persetujuan dari Beijing
 
Pemerintah Hong Kong sebelumnya telah memberikan peringatan bahwa Pemilu bisa ditunda menyusul serangan terhadap sejumlah kandidat Dewan Distrik dan lumpuhnya sebagian wilayah kota, beberapa hari lalu. 
 
Polisi akan menempatkan setidaknya dua polisi anti huru hara di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Adapun hasil Pemilu diperkirakan sudah dapat diketahui pada Senin (26/11) dini hari.
 
Walaupun sebagian besar warga Hong Kong mendukung tujuan para pengunjuk rasa yang menginginkan penyelidikan independen atas kekerasan oleh polisi dan Pemilu yang lebih independen, tapi mereka juga sudah mulai muak dengan strategi para pemrotes yang mencakup pengrusakan jaringan transportasi dan penggunaan batu-batu serta senjata lain yang dinilai primitif.
 
"Pemilu ini menjadi semacam referendum atas pemerintah dan hal-hal lain yang terjadi selama 5 bulan terakhir," ujar Chi-Jia Tschang, Senior Director BowerGroup Asia di Hong Kong. 
 
Dia menambahkan warga Hong Kong masih menginginkan kesempatan untuk bekerja di dalam sistem untuk memungkinkan suara mereka didengar, sehingga Pemilu kali ini menjadi perhatian besar. Adapun BowerGroup memberikan konsultasi dan saran kepada korporasi terkait risiko bisnis dan politik di kawasan Asia.
 
Berdasarkan survei yang digelar Hong Kong Public Opinion Research Institute, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah merosot dari 80 persen pada tahun lalu, menjadi hanya 40 persen. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top