Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nancy Pelosi: Ada Bukti Kuat Trump Gunakan Jabatan untuk Keuntungan Pribadi

Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengatakan ada bukti yang jelas bahwa Presiden Donald Trump telah menggunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi dan merusak keamanan nasional.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 November 2019  |  07:41 WIB
Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat mengumumkan penyelidikan untuk pemakzulan Presiden AS Donald Trump, Selasa (24/9/2019). -
Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat mengumumkan penyelidikan untuk pemakzulan Presiden AS Donald Trump, Selasa (24/9/2019). -

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengatakan ada bukti yang jelas bahwa Presiden Donald Trump telah menggunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi dan merusak keamanan nasional.

Akan tetapi, belum ada keputusan pemakzulan yang dibuat setelah Fraksi Partai Demokrat DPR melanjutkan penyelidikan pemakzulan.

Dalam sebuah konferensi pers mingguan kemarin, Pelosi menegaskan kembali bahwa keputusan itu tergantung pada Komite Intelijen DPR untuk menentukan bagaimana melanjutkan penyelidikan saat para pembuat undang-undang terus mengumpulkan fakta dan mendengar keterangan para saksi.

"Buktinya jelas ... bahwa presiden telah menggunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi dan dengan demikian merusak keamanan nasional," katanya kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Jumat (22/11/2019).

Nancy melanjutkan bahwa Trump telah melanggar sumpah jabatan.

Penyelidikan oleh Komisi Intelijen DPR yang dipimpin oleh Fraksi Partai Demokrat itu telah memasuki hari kelima dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

Akan tetapi, penyelidikan pemakzulan masih berpusat pada permintaan Trump dalam panggilan telepon pada 25 Juli lalu kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk melakukan penyelidikan terhadap saingan politik Trump.

Penyelidikan juga memeriksa apakah pemotongan dana bantuan keamaman sebesar US$391 juta ke Ukraina dimaksudkan untuk menekan Zelenskiy untuk melakukan penyelidikan. Namun, Trump membantah melakukan kesalahan.

Penyelidikan itu bisa membuat DPR menyetujui dakwaan formal terhadap Trump, yang dikenal sebagai pasal pemakzulan.

Senat yang dikuasai Partai Republik kemudian akan mengadakan pengadilan apakah akan mencopotnya dari jabatan mengingat beberapa senator Partai Republik mengkritik Trump sejauh ini.

Ketika ditanya oleh seorang wartawan apakah DPR sekarang siap untuk mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Trump, Pelosi mengatakan: "Kami belum membuat keputusan."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Donald Trump
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top