Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RI Gandeng Uni Eropa Bikin Kemitraan Soal Paten

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM berhasil membuat kemitraan strategis dengan Kantor Paten Eropa (EPO) di Munich, Jerman.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 22 November 2019  |  16:12 WIB
Uni Eropa
Uni Eropa

Bisnis.com,JAKARTA- Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM berhasil membuat kemitraan strategis dengan Kantor Paten Eropa (EPO) di Munich, Jerman.

Kerja sama strategis itu ditandatangani oleh Antonio Campinos, Presiden EPO dan Dirjen Kekayaan Intelektual Kemnkumham, Freddy Harris,Kamis (21/11/2019). Kerja sama ini dianggap sangat penting dalam proses pelindungan paten yang berisi inovasi dan teknologi di Indonesia.

Kami berharap kerja sama ini akan menghasilkan manfaat nyata bagi pendaftar paten lokal dan internasional dalam hal peningkatan ketepatan waktu, prediktabilitas, dan kualitas dalam proses pemeriksaan paten, dan selanjutnya akan meningkatkan akses pasar bagi perusahaan-perusahaan Eropa di Indonesia,” ujar António Campinos dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (22/11/2019).

Sejalan dengan Antionio Campinos, Freddy Harris menyatakan kerjasama ini akan memperkuat kapasitas pemeriksa paten dalam memberikan layanannya kepada para penemu Indonesia.

Dengan bekerja sama dengan EPO dan kantor paten lainnya, kami dapat memperkuat kapasitas kami untuk mencari dan memeriksa aplikasi serta sistem TI kami untuk meningkatkan kualitas paten dan layanan kami. Ini sangat penting mengingat tantangan yang ditimbulkan oleh Industri 4.0 dan 5.0,” ujar Freddy.

DJKI saat ini menjadi salah satu kantor kekayaan intelektual yang dianggap mulai berkembang di dunia berkat peningkatan pendaftaran paten yang melebihin 175 persen pada 2018.

Pemeriksa paten Indonesia saat ini telah dibekali aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat proses diterimanya pendaftaran paten.

Berkat komitmen dalam menyelesaikan backlog paten, DJKI berhasil menyelesaikan 7.000 permohonan dari 8.000 permohonan yang backlog. Kini tersisa 1.000 permohonan yang masih dalam tahap pemeriksaan.

Alhamdulillah dari 8.000 sekarang tinggal 1.000,” pungkas Freddy.

Kerja sama antara EPO dan Indonesia yang akan berlaku selama lima tahun ke depan ini dianggap strategis karena akan membuat sistem paten Indonesia menjadi lebih efisien dan ramah untuk pengguna.

Sementara itu, Program Kemitraan EPO ini dibangun di atas kerjasama teknis EPO yang bertujuan untuk membangun kemitraan jangka panjang di bidang strategis dan teknis yang menjadi kepentingan bersama.

Kerja sama ini bertujuan untuk lebih mengembangkan dan memperkuat sistem paten global dengan memperluas jaringan DJKI yang secara sistematis menggunakan produk, alat, dan praktik kerja EPO untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kualitas proses pemberian paten.

Program ini memberikan peningkatan kondisi bagi perusahaan dan penemu yang mengajukan paten secara internasional, dan mendorong inovasi lokal dengan mendukung DJKI dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada pendaftar paten lokal.

Mengutip pesan Presiden Joko Widodo, pemerintah saat ini tengah menempatkan inovasi dan teknologi sebagai prioritas utama. Hal tersebut demi membangun perekonomi nasional dan meningkatkan investasi di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa paten
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top