Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Staf Khusus Milenial Jokowi Tak Perlu Masuk Kantor Tiap Hari

Presiden Joko Widodo mengaku tidak mewajibkan ketujuh orang staf khusus dari kalangan milenial untuk masuk kantor setiap hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 November 2019  |  06:39 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Ma'ruf, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar dan Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia, Kamis (21/11/2019). - Antara
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Ma'ruf, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar dan Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia, Kamis (21/11/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengaku tidak mewajibkan ketujuh orang staf khusus dari kalangan milenial untuk masuk kantor setiap hari.

"Tidak penuh waktu. Beliau-beliau ini sudah memiliki kegiatan, memiliki pekerjaan yang bisa mingguan, tidak harus ketemu, tapi minimal 1-2 minggu ketemu, tidak harus harian ketemu, tapi masukan setiap jam, setiap menit bisa saja," kata Jokowi, di veranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Jokowi memperkenalkan tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial. Perkenalan itu di veranda Istana Merdeka dengan duduk santai di bean bag.

"Saya ingin ada inovasi-inovasi baru, gagasan-gagasan baru, ide-ide baru, terobosan baru, sehingga makin memudahkan kita mengelola negara ini, golnya ke sana," kata Jokowi.

Dia mencontohkan aplikasi yang akan diterapkan di puskesmas-puskesmas dan sekolah.

"Contoh kita punya puskesmas yang tersebar di seluruh Tanah Air, bagaimana pendekatan aplikasi sistem pendekatan yang paling gampang agar bisa berhubungan langsung ke mereka, ada 300.000 sekolah bagaimana kita bisa bicara dengan merka dengan aplikasi sistem yang kita bangun, ada 514 kabupaten/kota bagaimana menangani keluhan sehingga kita bisa memberikan perintah-perintah di situ saya kira arahnya di sana," kata Jokowi.

Namun, Jokowi tidak memberikan target khusus kepada tujuh staf khusus itu.

"Kerja dengan saya pasti ada target, tapi saya tidak ingin harus setiap hari beliau-beliau ini ke sini yang penting target yang saya berikan keluarannya bisa dapat dan bisa dimanfaatkan untuk perbaikan sistem yang ada," ujar Jokowi.

Jokowi pun mengaku lama melakukan pendekatan ke para staf khusus itu.

"Coba ditanyakan ke beliau-beliau ini sudah berapa tahun saya berbicara dengan mereka dan kemudian sudah berapa bulan saya ajak bicara dalam rangka mempersiapkan ini, gak pernah saya namanya dadakan gak pernah, prosesnya berapa lama tanyakan ke beliau-beliau," kata Jokowi.

Ketujuh staf khusus yang berkategori milenial tersebut adalah:

1. Adamas Belva Syah Devara, pendiri Ruang Guru.
2. Putri Indahsari Tanjung, CEO dan pendiri Creativepreneur.
3. Andi Taufan Garuda Putra, CEO Amarta.
4. Ayu Kartika Dewi, pendiri Gerakan Sabang Merauke 1000 Anak Bangsa Merantau untuk Kembali
5. Gracia Billy Mambrasar, CEO Kitong Bisa.
6. Angkie Yudistia, pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf, santri yang juga ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Periode 2014-2017.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Staf Khusus Presiden Jokowi Jokowi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top