Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Topi Hitler Dilelang di Jerman, Picu Kontroversi Umat Yahudi

Memorabilia Nazi termasuk topi Hitler dan gaun koktail yang dikenakan oleh rekannya Eva Braun dilelang di sebuah rumah lelang Jerman. Momentum ini menarik perhatian komunitas Yahudi untuk menghentikan penjualan yang dianggap tidak bermoral itu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 November 2019  |  12:59 WIB
Sebuah bendera dengan swastika terlihat di lemari di rumah lelang Hermann Historica di Munich, Jerman, 20 November 2019. Beberapa ratus benda Nazi dilelang, di antaranya topi Adolf Hitler dan salah satu gaun Eva Braun. - Reuters/Andreas Gebert
Sebuah bendera dengan swastika terlihat di lemari di rumah lelang Hermann Historica di Munich, Jerman, 20 November 2019. Beberapa ratus benda Nazi dilelang, di antaranya topi Adolf Hitler dan salah satu gaun Eva Braun. - Reuters/Andreas Gebert

Bisnis.com, JAKARTA - Memorabilia Nazi termasuk topi Hitler dan gaun koktail yang dikenakan oleh "teman nya", Eva Braun, dilelang di sebuah rumah lelang Jerman. Momentum ini menarik perhatian komunitas Yahudi untuk menghentikan penjualan yang dianggap tidak bermoral itu.

Koleksinya menampilkan barang-barang seperti kotak cerutu komandan angkatan udara Nazi Hermann Goering, pujian militer Nazi, spanduk dan pisau, dan salinan risalah politik Hitler yang berjudul "Mein Kampf".

Nilai koleksinya diperkirakan mencapai ratusan ribu euro. Harga yang diminta untuk topi Hitler saja adalah 50.000 euro atau sekitar US$55.325 dan label harga untuk salinan mewah "Mein Kampf" milik Goering adalah 130.000 euro.

Bernhard Pacher, Direktur Pelaksana Hermann Historica mengatakan rumah lelang telah dibanjiri dengan email dari individu-individu yang mengutuk penjualan online yang dimulai kemarin.

"Namun, kami menerima satu email positif yang mengatakan mereka tidak keberatan dengan yang kami lakukan, artinya ini adalah benda bersejarah," kata Pacher, yang pelelangannya mencakup berbagai objek, bukan hanya barang-barang Nazi, dilansir Reuters, Kamis (21/11/2019).

Dia melanjutkan 99% dari email yang diterima pihaknya berisi penghinaan yang sangat buruk di mana sejarah direduksi dan menuding pelalang dengan sebutan serakah neo-Nazi.

Rabbi Menachem Margolin, ketua Ksosiasi Yahudi Eropa, mendesak Pacher dalam sepucuk surat untuk menarik pelelangan. Dia mengatakan artefak itu akan dibeli oleh individu yang ingin memuliakan Nazisme. "Apa yang mereka lakukan itu tidak ilegal, tetapi itu salah," ucapnya.

Pacher mengatakan sebagian besar pembeli dari rumah lelang biasanya museum, terutama di Asia dan Amerika Serikat.

"Sisa 20 persen pelanggan adalah kolektor pribadi atau penulis buku sejarah yang membutuhkan benda untuk buku mereka. Nasib setiap koleksi yang baik dalam jangka panjang berakhir di museum," tuturnya.

Berselang 3 tahun yang lalu, celana panjang dengan kantong kulit yang dikenakan oleh Hitler dan sebuah wadah kuningan yang menampung sianida yang digunakan oleh seorang deputi top untuk bunuh diri termasuk di antara harta memorabilia Nazi yang dijual oleh Hermann Historica.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adolf hitler yahudi

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top