Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uang Eksekusi Kokos Leo Lim Senilai Rp477 Miliar Tak Muat di Ruang Utama Kejaksaan Agung

Hari ini Kejaksaan Agung menunjukkan uang hasil eksekusi terpidana Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim senilai Rp477 miliar yang akan disetorkan ke kas negara. Karena terlalu banyak, uang hasil eksekusi itu tidak muat jika seluruhnya ditumpuk di ruang utama Kejaksaan Agung tempat Jaksa Agung ST Burhanuddin biasa melakukan conference call.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 15 November 2019  |  15:58 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memperlihatkan sebagian uang hasil eksekusi terpidana Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim senilai Rp477 miliar - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubbi
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memperlihatkan sebagian uang hasil eksekusi terpidana Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim senilai Rp477 miliar - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubbi

Bisnis.com, JAKARTA - Hari ini Kejaksaan Agung menunjukkan uang hasil eksekusi terpidana Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim senilai Rp477 miliar yang akan disetorkan ke kas negara. Karena terlalu banyak, uang hasil eksekusi itu tidak muat jika seluruhnya ditumpuk di ruang utama Kejaksaan Agung tempat Jaksa Agung ST Burhanuddin biasa melakukan conference call.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengemukakan uang eksekusi sebesar Rp477 miliar tersebut tidak seluruhnya ditampilkan. Hanya Rp100 miliar yang diperlihatkan karena terlalu banyak. Menurut Burhanuddin, jika Rp477 miliar tersebut ditampilkan semua, ruangan yang berada di gedung utama Kejaksaan Agung itu tidak akan muat.

"Artinya kalau ditumpuk semuanya di sini, tidak akan muat di ruangan ini. Jadi hanya Rp100 miliar yang ada di sini," tutur Burhanuddin, Jumat (15/11/2019), menyinggung jumlah uang Kokos Leo Lim dan kapasitas Aula Sasana Pradana.

Menurut Burhanuddin uang tersebut merupakan tambahan pidana yang dijatuhkan Mahkamah Agung kepada Kokos Leo Lim selain hukuman pidana badan. Burhanuddin menjelaskan saat ini Kokos Leo Lim tengah menjalani proses hukuman pidana badan di Kejati DKI Jakarta.

"Ini merupakan tambahan pidana yang dijatuhkan Mahkamah Agung," kata Burhanuddin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jaksa agung ST Burhanuddin
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top