Pemkot Surabaya Gelar Festival Ludruk

Pemkot Surabaya terus berupaya untuk melestarikan budaya lokal agar bisa tetap dikenal oleh generasi muda, salah satunya dengan menggelar Festival Ludruk 2019.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 14 November 2019  |  21:04 WIB
Pemkot Surabaya Gelar Festival Ludruk
Pelawak dan pemain ludruk Kartolo (kanan) serta pemain lainnya mementaskan ludruk berlakon 'Semanggi Suroboyo' episode 'Deloken Disek' di Gedung Balai Budaya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/3/2019). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA – Pemkot Surabaya terus berupaya untuk melestarikan budaya lokal agar bisa tetap dikenal oleh generasi muda, salah satunya dengan menggelar Festival Ludruk 2019 pada Kamis (14/11/2019).

Bertempat di Gedung Balai Budaya Surabaya, 17 peserta yang berasal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga masyarakat umum terlihat antusias mengikuti festival ludruk yang diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya.

Dayu Kade Asritami, Kepala Bidang Promosi Wisata Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan rutin tahunan ini bertujuan menumbuhkan apresiasi, membangun kreativitas generasi muda serta melestarikan kesenian ludruk.

Sebagaimana dilansir laman resmi Pemkot Surabaya, Jawa Timur, Dayu berharap kedepannya kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi pelaku seni untuk menunjukkan kemampuannya, sehingga kesenian ludruk dapat menjadi tuan rumah di Kota Surabaya.

Ludruk adalah suatu kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang dipergelarkan di sebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan, dan sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.

Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa, menggunakan bahasa khas Surabaya, meski kadang-kadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun dengan logat yang berbeda.

Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh berbagai lapisan masyarakat.

Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerankan "Pak Sakera", seorang jagoan Madura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesenian, Seni Ludruk

Sumber : Surabaya.go.id

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top