Timses Bamsoet : Jangan Ada Intervensi, Kami Tahu Persis Siapa Pantas Pimpin Golkar

Politisi senior Partai Golkar Ahmadi Noor Supit mengatakan tidak boleh ada intervensi baik dari pemerintah maupun partai poltik lain terkait penyelenggaraan Musyawarah Nasional Partai Golkar pada 3 hingga 5 Desember mendatang.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 November 2019  |  17:30 WIB
Timses Bamsoet : Jangan Ada Intervensi, Kami Tahu Persis Siapa Pantas Pimpin Golkar
Tim Pemenangan Calon Ketua Umum Golkar Bambang Soesatyo dipimpin politisi Ahmadi Noor Supit (tengah) saat memberikan keterangan Pers, Kamis (7/11/2019). - Bisnis/John Andhi Oktaveri

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi senior Partai Golkar Ahmadi Noor Supit mengatakan tidak boleh ada intervensi baik dari pemerintah maupun partai poltik lain terkait penyelenggaraan Musyawarah Nasional Partai Golkar pada 3 hingga 5 Desember mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Supit menanggapi isyarat dukungan Presiden Joko Widodo pada acara perayaan ulang tahun Partai Golkar le-55 kemarin.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan kesolidan dan komitmen di internal Golkar harus dijaga bersama-sama karena kalau Golkar guncang pemerintah juga ikut guncang.

Dengan tidak melarang ketua umum parpol merangkap jabatan sebagai menteri sebagian kalangan menilai Airlangga Hartarto telah mendapat restu dari Presiden Jokowi untuk kembali memimpin Golkar.

“Jangan ada intervensi. Kami tahu persis siapa yang pantas memimpin Golkar,” ujar Ahmadi Noor Supit yang kini menjadi ketua tim pemenangan calon ketua umum Golkar,  Bambang Soesatyo, Kamis (7/11/2019).

Menurut Supit jika Presiden Jokowi mempercayakan satu kementerian dipimpin kader Golkar maka kader tersebut harus benar-benar menggunakan waktunya untuk bekerja memperbaiki kondisi ekonomi, bukan mengurus partai. 

“Jangan sampai waktunya tidak full. Kami juga tidak ingin orang yang kita kirim tidak bertanggung jawab karena menyangkut marwah Partai Golkar dan kalau sudah diberi tanggung jawab jangan setengah-setengah,” ujarnya merujuk pada posisi Menko Airlangga Hartarto.

Kalau Airlangga fokus dan itu bisa menjadi kenyataan, pemerintah pasti akan terbantu, kata Supit menambahkan.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan Partai Golkar sudah menjadi tulang punggung pemerintahan saat ini sebagai salah satu partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin pada pemilihan presiden 2019.

Oleh karena itu, menurut Jokowi, jika terjadi guncangan di tubuh parpol yang akan menggelar musyawarah nasional (Munas) pada Desember mendatang, maka akan merembet ke pemerintahan.

"Jadi keguncangan, misalnya ada keguncangan di Golkar sedikit, itu pemerintah kita juga ikut. Golkar guncang dikit, pemerintah ikut guncang dikit juga," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-55 Golkar, Rabu (6/11).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top