Boeing Banjir Kritik, Gaji dan Bonus Muilenburg Dipotong

Mantan CEO Boeing, Dennis Muilenburg tidak akan menerima sebagian besar pendapatannya selama 2019 dan 2020 karena banyaknya kritik pada perusahaan itu setelah dua kecelakaan yang menewaskan ratusan orang.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 November 2019  |  07:17 WIB
Boeing Banjir Kritik, Gaji dan Bonus Muilenburg Dipotong
Dennis Muilenburg

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan CEO Boeing, Dennis Muilenburg tidak akan menerima sebagian besar pendapatannya selama 2019 dan 2020 karena banyaknya kritik pada perusahaan itu setelah dua kecelakaan yang menewaskan ratusan orang.

Chairman Boeing yang baru, Dave Calhoun mengakui banyaknya kritik kepada perusahaan terutama setelah dua kecelakaan fatal pada pesawat 737 Max yang merenggut nyawa 346 orang seperti dikutip CNN.com, Rabu (6/11).

Kedua maskapai yang menggunakan mesin Boeing itu adalah Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Calhoun menjelaskan pada sesi wawancara dengan CNBC bahwa dia dipanggil Muilenburg pada akhir pekan lalu dan mengajukan dirinya tidak mendapatkan bonus dan keuntungan saham dari perusahaan pada tahun ini.

Calhoun sendiri ditunjuk menjadi chairman pada bulan lalu, yang sebelumnya diduduki Muilenburg. Boeing 737 Max dilarang terbang sejak Maret dan hal itu telah merugikan perusahaan hingga miliaran dolar Amerika Serikat.

Kini Boeing juga bersiap membayar ganti rugi senilai US$5 miliar kepada konsumen dan juga kompensasi buat keluarga korban dua kecelakaan itu.
Keuntungan saham dan bonus merupakan sebagian besar pendapatan Muilenburg. Pada 2018 dia diberikan US$23,4 juta dari perusahaan dan  sebesar US$20,4 juta merupakan keuntungan saham dan bonus.

Calhoun mengatakan dewan direksi Boeing percaya Muilenburg telah melakukan segala hal saat krisis. Menurut dia, Muilenburg merupakan orang yang tepat memimpin perusahaan. 

Pada pekan lalu Muilenburg menghadapi pertanyaan keras dari anggota DPR dan Senat AS selama dua hari, termasuk soal pengunduran dirinya atau merelakan pendapatannya dipotong.

Saat itu dia juga mengakui Boeing melakukan kesalahan desain pada 737 Max.

Pada akhir Oktober lalu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menjelaskan insiden naas pesawat Lion Air jenis 737 Max 8 dengan nomor penerbangan JT 610. Insiden yang terjadi di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 itu menewaskan 189 penumpang serta awak kapal.

KNKT menyimpulkan pilot kesulitan merespons fitur baru Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Kondisi ini dipersulit dengan itdak tidak adanya petunjuk dalam buku panduan maupun pelatihan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing 737

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top