Demokrat Pastikan Hubungan dengan Mega Baik, Ucapan Andi Arief Sikap Pribadi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menuduh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri memiliki dendam sehingga tidak ada kadernya ditarik jadi menteri.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  20:07 WIB
Demokrat Pastikan Hubungan dengan Mega Baik, Ucapan Andi Arief Sikap Pribadi
Syarief Hasan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menuduh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri memiliki dendam sehingga tidak ada kadernya ditarik jadi menteri.

Menanggapi komentar tersebut, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarif Hasan mengatakan bahwa apa yang diucapkan Andi melalui media sosialnya adalah pendapat pribadi.

“Partai Demokrat tidak pernah punya asumsi seperti itu. Secara resmi tidak pernah mengatakan itu. Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Syarief menjelaskan bahwa sejak awal Demokrat tidak pernah mengajukan diri dan nama menteri kepada Presiden Joko Widodo. 

Pertemuan antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Jokowi beberapa waktu lalu diklaimnya tidak pernah membahas soal kabinet. Meski di situ Jokowi berkata mengajak untuk menjadi koalisi.

Walaupun tidak ada kadernya di pemerintahan, Syarief menambahkan tidak ada rasa kecewa dari Demokrat. 

“Kami itu sudah sepenuhnya menyerahkan kepada Presiden Jokowi. Apapun keputusannya harus kita hormati. Kita harus hargai. Saya pikir itu. Mari kita berikan kesempatan kepada kabinet ini untuk bekerja secara maksimal,” jelasnya. 

Sebelumnya Andi  menuduh dendam Megawati ke SBY sangat panjang, bahkan sampai turun menurun. Pada akun Twitternya Sabtu (26/10/2019) lalu, dia mengatakan bahwa dendam tersebut berakibat tidak adanya menteri dari Demokrat. 

“Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupany belum mampu,” tulisnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai demokrat, Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top