Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Omnibus Law Bakal Percepat Penyelesaian Disharmoni Aturan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang saat ini menjadi anggota DPD Jimly Asshiddiqie mengapresiasi rencana pemerintah untuk mengeluarkan omnibus law.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 20 Oktober 2019  |  19:00 WIB
Jimly Asshiddiqie - icmijabar
Jimly Asshiddiqie - icmijabar

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang saat ini menjadi anggota DPD Jimly Asshiddiqie mengapresiasi rencana pemerintah untuk mengeluarkan omnibus law.

Jimly menerangkan dikeluarkannya omnibus law tersebut bisa menjadi solusi atas tumpang tindih antaraturan yang selama ini terjadi di Indonesia.

Mengingat hukum di Indonesia bermazhab civil law membuat pemerintah berfokus pada satu UU ketika melaksanakan revisi atas UU.

Melalui omnibus law yang notabene merupakan tradisi common law, pemerintah bisa langsung merevisi seluruh UU yang saling terkait sehingga dapat dipastikan tidak terdapat lagi tumpang tindih antaraturan.

"Namanya revisi itu bisa menambah pasal, bisa mengurangi. Perubahan bisa kompleks dan ini bisa lewat omnibus regulation. Kinerja bidang hukum di pemerintahan harus kuat untuk memahami lintas sektoral," ujar Jimly di Kompleks Parlemen, Minggu (20/10/2019).

Seperti diketahui, Joko Widodo dalam pidato pelantikannya mewacanakan dua UU baru UU Pemberdayaan UMKM dan UU Cipta Lapanan Kerja yang merupakan omnibus law.

Selain kedua UU yang baru diwacanakan tersebut, pemerintah saat ini sedang mengerjakan omnibus law perpajakan serta telah menyelesaikan naskah akademik dari omnibus law perizinan berusaha.

Omnibus law perizinan berusaha sendiri untuk sementara akan merevisi 71 UU dan masih berpotensi untuk digabungkan dengan omnibus law lain tergantung keinginan presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jimly asshiddiqie omnibus law
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top