Trump Telepon Erdogan, Minta Turki Setop Buru Kelompok Kurdi di Suriah

Presiden AS Donald Trump dilaporkan menelepon langsung Presiden Erdogan untuk meminta Turki menghentikan invasinya ke Suriah.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  11:59 WIB
Trump Telepon Erdogan, Minta Turki Setop Buru Kelompok Kurdi di Suriah
Presiden AS Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump dilaporkan menelepon langsung Presiden Erdogan untuk meminta Turki menghentikan invasinya ke Suriah.

Dilansir Reuters, Trump pada Senin mendesak Turki menghentikan serangan militernya di Suriah. Trump juga mendesak NATO menjatuhkan sanksi baru untuk membatasi kerusakan yang terjadi.

Wakil Presiden Mike Pence mengatakan Trump telah meminta Presiden Turki Tayyip Erdogan melalui percakapan telepon pada hari Senin untuk segera menyetujui gencatan senjata. Trump juga dikatakan akan mencoba menengahi krisis yang terjadi.

Pence mengatakan Trump bersikap tegas dengan Erdogan di telepon.

"Amerika Serikat tidak akan mentolerir invasi Turki di Suriah lebih jauh. Kami menyerukan Turki untuk mundur, mengakhiri kekerasan dan datang ke meja perundingan, ” kata Pence kepada wartawan.

Turki meluncurkan operasi lintas-perbatasan ke Suriah utara pada Rabu, hanya beberapa hari setelah Erdogan mengatakan kepada Trump melalui telepon bahwa ia berencana untuk bergerak maju dengan langkah yang telah direncanakan terhadap sekutu Kurdi Amerika di wilayah tersebut.

Trump tiba-tiba mengumumkan pemindahan 50 tentara Amerika dari zona konflik untuk menghindarkan mereka dari bahaya, menepis kritik bahwa ini akan membuat Kurdi terbuka untuk diserang. Langkah Trump ini secara luas dilihat sebagai tanda memberi Erdogan lampu hijau untuk menjalankan operasinya.

Di saat Kongres AS bergerak untuk menjatuhkan sanksi, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang mengesahkan sanksi terhadap pejabat dan mantan pejabat Turki atas kontribusi mereka pada operasi militer di Suriah utara.

Dalam sebuah pernyataan, Trump mengatakan bahwa dia telah meningkatkan tarif impor baja Turki hingga 50 persen, enam bulan setelah dikurangi, dan akan segera menghentikan perundingan tentang apa yang disebutnya kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar dengan Turki.

"Sayangnya, Turki tampaknya tidak mengurangi dampak kemanusiaan dari invasi," kata Trump.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pada menteri pertahanan, dalam negeri  dan energi Turki, serta kementerian mereka.

Adegan pembantaian dari serangan Turki membuat Trump mendapat kecaman keras dari Partai Republik dan Demokrat karena mengabaikan sekutu Kurdi yang berperan penting dalam pertempuran AS melawan kelompok militan ISIS di Suriah.

Karena Kongres telah bersumpah untuk bertindak jika dia tidak mau, Trump mengatakan tindakan Turki memicu krisis kemanusiaan dan "menetapkan kondisi kemungkinan terjadinya kejahatan perang". Tapi, Trump menegaskan dirinya tidak berencana untuk membatalkan keputusannya menarik pasukan militer dari wilayah itu.

"Seperti yang saya katakan, saya menarik anggota layanan Amerika Serikat yang tersisa dari timur laut Suriah," kata Trump.

Pasukan AS yang keluar dari Suriah akan tinggal di wilayah itu untuk memantau ISIS dan sejumlah kecil pasukan akan tetap di pangkalan Tanf di Suriah selatan, ujar Trump.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, seorang Republik asal Kentucky yang beraliansi dengan Trump, menyatakan ketidaksenangannya dengan keputusan presiden.

"Meninggalkan pertarungan ini sekarang dan menarik pasukan AS dari Suriah akan menciptakan kembali kondisi dan mengundang kebangkitan ISIS, hal yang telah lakukan dengan kerja keras untuk menghancurkannya ," kritik MCConnel.

Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer serta senator Demokrat Robert Menendez dan Jack Reed mengatakan satu-satunya orang yang dapat "segera menghentikan tragedi ini adalah presiden itu sendiri."

"Langkah pertama ketika Kongres kembali ke sesi minggu ini adalah untuk Partai Republik untuk bergabung dengan kami dalam mengeluarkan resolusi yang memperjelas bahwa kedua pihak menuntut keputusan presiden dibatalkan," kata mereka.

Di sisi lain Trump mengatakan perintah eksekutifnya akan memungkinkan AS menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat Turki atau mantan pejabat yang mungkin terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia. Trump mengatakan akan mengizinkan sanksi seperti pemblokiran properti dan melarang masuk ke Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
turki, Donald Trump, Recep Tayyip Erdogan

Sumber : Reuters

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top