Polisi Ungkap Cara Teroris di Indonesia Berkomunikasi

Polri mengungkapkan bahwa layanan pesan instan Telegram masih jadi alat komunikasi efektif bagi pelaku tindak pidana terorisme untuk berkoordinasi hingga melakukan aksi amaliyah.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  18:24 WIB
Polisi Ungkap Cara Teroris di Indonesia Berkomunikasi
Ilustrasi - JIBI/Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Polri mengungkapkan bahwa layanan pesan instan Telegram masih jadi alat komunikasi efektif bagi pelaku tindak pidana terorisme untuk berkoordinasi hingga melakukan aksi amaliyah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa Telegram kerap digunakan tersangka tindak pidana terorisme asal Muaro Jambi berinisial R alias Putra alias Pedagang Berdebu agar dapat berkomunikasi secara aman dengan anggota Jamaah Anshorut Daullah (JAD) di sejumlah wilayah di Indonesia.
 
Menurutnya, R alias Putra alias Pedagang Berdebu dan Abu Zee merupakan otak dari aksi penusukan yang dilakukan Abu Rara dan isterinya FA terhadap Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.
 
"Mereka menggunakan media sosial Telegram untuk berkomunikasi lebih intens. Jadi tidak ketemu langsung hanya melalui Telegram itu saja koordinasinya," tuturnya, Senin (14/10).
 
Dia menjelaskan kelompok teroris JAD kini sudah memiliki banyak sel yang dibuat melalui Telegram. Abu Rara dan isterinya FA, dijelaskan Dedi adalah salah satu sel yang diaktifkan oleh Abu Zee dan R alias Putra alias Pedagang Berdebu hanya lewat Telegram.
 
"JAD itu hanya terstruktur di media sosial, artinya tidak tidak harus secara langsung, tetapi intensitas di media sosial terstruktur. Kalau mau amaliyah, pasti akan menyampaikan lewat media sosial itu," katanya.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top