Pelantikan Presiden Jokowi, Prabowo: Kalau Diundang Lurah, Ya Harus Hadir

Pernyataan itu disampaikan oleh Prabowo seusai berbincang dengan Jokowi dalam sebuah pertemuan tertutup sekitar 1 jam di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Prabowo mengatakan rombongan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berencana menemui dirinya pada Jumat sore.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  17:39 WIB
Pelantikan Presiden Jokowi, Prabowo: Kalau Diundang Lurah, Ya Harus Hadir
Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan itu membahas berbagai gagasan untuk kemajuan bangsa seperti pemindahan ibu kota, isu-isu ekonomi hingga pertahanan negara. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk hadir dalam acara pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia periode 2019-2024.

Pernyataan itu disampaikan oleh Prabowo seusai berbincang dengan Jokowi dalam sebuah pertemuan tertutup sekitar 1 jam di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Prabowo mengatakan rombongan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berencana menemui dirinya pada Jumat sore.

Rombongan MPR itu, menurutnya, akan menyampaikan undangan untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden pada 20 Oktober 2019. “Kalau diundang, ya hadir, kalau diundang lurah, ya harus hadir,” kata Prabowo diikuti gelak tawa.

Prabowo yang dikalahkan oleh Jokowi dalam dua Pilpres (2014 dan 2019) itu mengatakan sebagai negara dan bangsa, masyarakat harus bersatu. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku akan mendukung Jokowi dalam sejumlah hal.

Jokowi sendiri mengatakan dirinya telah bicara banyak dengan Prabowo mengenai kemungkinan Gerindra masuk koalisi. Belum dapat dipastikan apakah Partai Gerindra akan mendapat jatah kursi menteri dalam pemerintahan Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada periode 2019-2024. “Tapi ini belum final,” kata Jokowi.

Ini merupakan pertemuan khusus kedua antara dua rival politik yang pernah bersebrangan dalam Pilpres 2019 tersebut. Pertemuan pertama kali terjadi pada Juli 2019 di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta.

Seperti diketahui, Gerindra bukan partai politik yang masuk ke dalam koalisi pendukung pemerintah. Sejak 2014, Gerindra menjadi partai yang menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi. Di Pilpres 2019, Gerindra juga tidak mendukung Calon Presiden Joko Widodo karena mengusung Prabowo sebagai Calon Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top