Samsung Alokasikan Dana Investasi Produksi Layar US$11 Miliar

Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Korea Moon Jaein dan Wakil Direktur Samsung Electronics Jay Y. Lee, investasi ini diperkenalkan sebagai strategi perusahaan untuk mengatur kembali industri layar seraya mengembalikan dominasi Korea dan Samsung sebagai pemimpin global.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  15:41 WIB
Samsung Alokasikan Dana Investasi Produksi Layar US$11 Miliar
Samsung Electronics Co., Ltd. memperkenalkan Notebook 9 Pen - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA -- Unit usaha Samsung Electronics Co., Samsung Display Co., mengungkapkan rencana investasi sekitar US$11 miliar untuk mengembangkan dan membangun layar generasi baru.

Langkah ini merupakan upaya Samsung untuk bersaing dengan derasnya arus pengiriman produk serupa serta persaingan harga dengan China.

Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Korea Moon Jaein dan Wakil Direktur Samsung Electronics Jay Y. Lee, investasi ini diperkenalkan sebagai strategi perusahaan untuk mengatur kembali industri layar seraya mengembalikan dominasi Korea dan Samsung sebagai pemimpin global.

Presiden Moon mengatakan bahwa pemerintah akan ikut menyalurkan investasi sebesar 400 miliar won untuk mendukung tujuan tersebut.

Dilansir melalui Bloomberg, Samsung Display akan membangun fasilitas produksi layar quantum-dot (quantum-dot display) di kawasan Asan, Korea Selatan, yang akan mulai beroperasi pada 2021 dengan kapasitas produksi bulanan 30.000 panel display dengan ukuran lebih dari 65 inci.

"[Kapasitas] produksi kemudian akan ditingkatkan, dengan rencana jangka panjang yang membentang hingga 2025. Investasi ini akan membantu menciptakan 81.000 lapangan kerja," menurut keterangan perusahaan, seperti dikutip melalui Bloomberg, Kamis (10/10/2019).

Samsung dan pesaingnya, LG Display Co., berupaya untuk menghadapi kompetisi dari pemasok China seperti BOE Technology Group Co., yang dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kapasitas produksi LCD dan terus membuat terobosan baru.

Untuk mengimbangi penurunan margin dan potensi kehilangan klien, Samsung bergerak maju dengan pengembangan quantum-dot display.

Pewaris dan pemimpin de-facto Samsung, Lee, telah berjanji untuk melakukan investasi jangka panjang dalam bisnis layar, yang merupakan satu dari tiga pilar utama, termasuk chip memori dan smartphone, di mana Samsung mendominasi pasar dunia.

Perusahaan keluarga ini membuat taruhan besar di tengah iklim bisnis yang memburuk serta konflik dagang yang melibatkan Korea dan Jepang, telah menciptakan ketidakpastian terhadap impor pasokan bahan kima dan komponen yang diperlukan untuk memproduksi layar canggih.

Pekan ini, Samsung melaporkan penurunan keuntungan lebih dari 50%, meskipun angka tersebut masih lebih rendah dari perkiraan.

Samsung, yang merupakan produsen layar OLED terkemuka di dunia, menghadapi hambatan tahun lalu ketika pesanan dari Apple Inc. mengalami pelemahan bersamaan dengan penjualan iPhone XS yang tidak sesuai harapan.

Di sisi lain, ketidakpastian dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China, telah menyebabkan penurunan pada industri chip memori di tengah pelemahan permintaan smartphone dan laju pengembangan pusat data yang melambat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
samsung

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top