Kepala BIN : Ada Peningkatan Ancaman Keamanan Jelang Pelantikan Presiden

Badan Intelijen Negara mendeteksi adanya peningkatan ancaman keamanan di Indonesia menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober mendatang.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  18:13 WIB
Kepala BIN : Ada Peningkatan Ancaman Keamanan Jelang Pelantikan Presiden
Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan (kanan) - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Intelijen Negara mendeteksi adanya peningkatan ancaman keamanan di Indonesia menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober mendatang.

Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan menyebutkan kondisi tersebut diantisipasi dengan meningkatkan keamanan termasuk kepada pejabat publik.

"Kita sudah deteksi memang menjelang dan saat pelantikan Presiden itu memang ada rencana seperti itu dari JAD. Sehingga memang harus kita tingkatkan [pengamanan]," kata Budi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Siang tadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto ditusuk pelaku SA di Menes, Pandeglang, Banten. BG menyebut dia merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

"Ini sudah pasti dari kelompok jaringan JAD khususnya JAD Bekasi. Kita sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan lalu pindah dari Kediri ke Bogor dari Bogor pindah ke Menes. karena cerai dengan istri pertama. Di Menes nikah lagi," terangnya.

Selain Abu Rara, polisi mengamankan istrinya yang berada di lokasi kejadian. Hingga kini Wiranto masih menjalani perawatan di RSPAD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wiranto, badan intelijen negara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top