Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wiranto Ditusuk OTK, Paspampres : Pengamanan Presiden Sudah Ketat

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Maruli Simanjuntak menyatakan belum ada rencana peningkatan pengamanan Presiden menyusul penusukan yang dialami oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Wiranto.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:33 WIB
Presiden Joko Widodo di RSPAD Gatot Subroto Jakarta - Bisnis/Amanda Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo di RSPAD Gatot Subroto Jakarta - Bisnis/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA--Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Maruli Simanjuntak menyatakan belum ada rencana peningkatan pengamanan Presiden menyusul penusukan yang dialami oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Wiranto.

Maruli mengatakan pengamanan Presiden sudah mempertimbangkan risiko paling tinggi sehingga standar pengamanan saat ini dinilainya sudah cukup ketat.

"Tak perlu [peningkatan pengamanan]. Kita kan standar sudah high risk. Kalau kita gak tahu kondisinya gimana, harusnya bisa diantisipasi. Mestinya sudah clear," ujarnya ketika dihubungi awak media, Kamis (10/10/2019).

Tak hanya itu, ia mengungkapkan pihaknya juga belum ada rencana untuk menambah pasukan pengamanan.

Mengingat perilaku Presiden Joko Widodo yang selalu aktif dalam semua kegiatannya dan sering bersalaman dengan masyarakat ketika melakukan kunjungan kerja, Maruli mengemukakan hal itu bukanlah sebuah masalah bagi paspampres.

"Enggak lah kita sudah hitung semua ada SOP[standard operational procedure]-nya. Ya kalau kami saat dropping harusnya sudah clear," tambahnya.

Seperti diketahui, Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Pandeglang. Penyerangan terjadi saat Wiranto sedang melakukan kunjungan ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wiranto penyerangan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top