Pemilu Israel Usai, Gantz Berpeluang Kalahkan Netanyahu

Meski penghitungan suara hasil pemilu Israel masih berlangsung, namun hasil jajak pendapat cenderung menggeser Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari pesaingnya Benny Gantz.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 September 2019  |  07:12 WIB
Pemilu Israel Usai, Gantz Berpeluang Kalahkan Netanyahu
Sebuah gambar kombinasi menunjukkan di Rpemimpin Partai Biru Putih, Benny Gantzosh Ha'ayin, Israel 17 September 2019, Avigdor Lieberman, Kepala Partai Yisrael Beitenu di Tel Aviv, Israel 5 September 2019 dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Lembah Jordan, di Tepi Barat yang diduduki Israel 15 September 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Meski penghitungan suara hasil pemilu Israel masih berlangsung, namun hasil jajak pendapat cenderung menggeser Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari pesaingnya Benny Gantz.

Netanyahu, yang menjadi perdana menteri Israel terlama terhitung Juli lalu, sedang berupaya untuk meraih rekor masa jabatan kelima.

Dia bersaing dengan rival terberatnya selama bertahun-tahun, mantan panglima militer Benny Gantz yang juga pemimpin partai sentris Biru-Putih.

Menurut putaran pertama jajak pendapat, Israel menghadapi situasi yang sama dengan yang terjadi pada bulan April ketika Netanyahu dan blok sayap kanannya gagal mendapatkan 61 kursi mayoritas.

Pemimpin Partai Biru dan Putih Benny Gantz berbicara di markas besar partai itu menyusul pengumuman jajak pendapat saat pemilihan parlemen Israel di Tel Aviv, Israel 18 September 2019./Reuters
 

Dua jajak pendapat keluar membuat partai Gantz unggul tipis. Sedangkan, exit poll dari Channel 12 menunjukkan Gantz akan memenangkan 34 kursi, menempatkan partai Likud pimpinan Netanyahu tertinggal satu kursi.

Jajak pendapat juga menempatkan partai Liga  Arab dengan 11 kursi dan delapan kursi untuk partai Yisrael Beiteinu seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (17/9/2019).

Sementara itu, jajak pendapat Channel 13 menempatkan partai Likud dengan 31 kursi atau dua kursi di bawah Gantz.

Meskipun banyak pengamat memperkirakan kelelahan pemilu melanda warga Israel saat mereka memilih untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari enam bulan, namun jumlah pemilih termasuk yang tertinggi dalam beberapa dekade.

Antrean panjang pemilih terlihat kemarin sore di luar tempat pemungutan suara di ibu kota Tel Aviv, rumah bagi sekitar 1,5 juta dari sembilan juta warga negara Israel.

Saat ini, Netanyahu tengah menghadapi sidang praperadilan sehubungan dengan tiga kasus korupsi yang terpisah. Ketiga kasus itu adalah penyuapan, penipuan dan pelanggaran kepercayaan. Akan tetapi dia menyangkal kesalahan itu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
israel, netanyahu

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top