BPPT Akan Lakukan Hujan Buatan Lebih Masif

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan mengupayakan hujan buatan lebih masif dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 17 September 2019  |  15:21 WIB
BPPT Akan Lakukan Hujan Buatan Lebih Masif
Presiden RI Joko Widodo dan Kepala BPPT Hammam Riza ketika kunjungan ke lokasi Karhutla, di Pekanbaru, Riau, pada Selasa (17/9/2019) - BPPT

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan mengupayakan hujan buatan lebih masif dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan pihak BPPT siap menjalankan arahan Presiden dalam Ratas Penanganan Karhutla yaitu untuk menjalankan operasi hujan buatan secara lebih besar.

Hammam juga mengatakan bahwa hujan buatan akan lebih optimal jika dilakukan sebagai langkah pencegahan.

"Hujan buatan akan optimal jika terdapat ekosistem teknologi modifikasi cuaca atau tmc. Jadi tidak terbatas hanya kegiatan di udara, menyemai awan dan menurunkan hujan. Tapi juga diiringi dengan kegiatan di darat, berupa ground control dan juga sosialisasi ke masyarakat," kata Hammam, melalui keterangan resminya Selasa (17/9/2019).

Terkait pelaksanaan hujan buatan, Hammam mengungkap bahwa Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT, saat melaksanakan hujan buatan, membidik awan yang berpotensi hujan.

"Belakangan ini memang jumlah awan potensi hujan berkurang. Namun berdasarkan info cuaca, awan dengan relative humidity 70 persen atau yang berpotensi hujan, mulai bermunculan," jelasnya.

Adapun Presiden RI Joko Widodo, juga telah datang langsung ke Posko Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca atau Hujan Buatan BPPT, di Lanud Rusmin Noerjadin, Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019).

Selain itu, terkait solusi teknologi untuk pencegahan Karhutla di lahan gambut, Hammam merinci bahwa langkah berikutnya adalah menyebarkan seluas-luasnya inovasi BPPT lainnya yaitu pupuk hayati biopeat ke lahan gambut.

Melalui pupuk ini, katanya, lahan gambut dapat menjadi subur karena memiliki unsur pH yang tinggi.

"Kami inginkan adanya inovasi biopeat ini, mengubah cara masyarakat agar membuka lahan tanpa membakar. Kami sudah uji di Bengkalis, Pulau Sambu Kepri, dan Merauke. Telah dibuktikan disana, bahkan lahan gambut dapat ditanami komoditas pertanian seperti jagung, juga buah nanas dan buah naga," jelasnya.

Kedepan Hammam berharap, Karhutla ini dakat menjadi pelajaran agar mindset penanganan Karhutla difokuskan dalam hal pencegahan.

"Saya harap kedepan dapat menjadi pembelajaran untuk menangani Karhutla dari pencegahan. Dibutuhkan perencanaan dalam melakukan hujan buatan. Jadi potensi hotspot dapat dipadamkan sebelum terjadi kebakaran," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Karhutla

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top