Selain di Indonesia, Titik Panas Juga Terdeteksi di Malaysia dan Wilayah Asia Tenggara Lainnya

Berdasarkan hasil pemantauan citra Satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, NOAA-20, dan Satelit Himawari-8 (JMA) selama 10 hari terakhir (1 – 10 September 2019) BMKG telah mengidentifikasi setidaknya terdapat 6.255 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 12 September 2019  |  11:25 WIB
Selain di Indonesia, Titik Panas Juga Terdeteksi di Malaysia dan Wilayah Asia Tenggara Lainnya
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Selain di Indonesia, titik panas ternyata terdapat di negara lain di Asean seperti Malaysia dan wilayah lain di Asia Tenggara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat terus mewaspadai sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Indonesia khususnya Sumatra dan Kalimantan.

Berdasarkan hasil pemantauan citra Satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, NOAA-20, dan Satelit Himawari-8 (JMA) selama 10 hari terakhir (1 – 10 September 2019) BMKG telah mengidentifikasi setidaknya terdapat 6.255 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara.

"Hasil monitoring BMKG terdapat juga jumlah titik panas di berbagai wilayah Asean dengan tren cenderung naik," demikian disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis Rabu malam, dikutip Kamis (12/9/2019).

Menurut Dwikorita, mulai 1 September 2019 terpantau  sebanyak 381 titik. Titik panas itu naik menjadi 787 titik pada 4 September 2019, kemudian sempat menurun menjadi 513 titik pada 6 September 2019 dan kembali naik menjadi 829 titik pada 10 September 2019.

"Lokasi titik panas tersebut di antaranya berada di wilayah Indonesia (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan), juga terdeteksi di Malaysia (Semenanjung Malaysia dan Serawak) , Thailand, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, dan Timor Leste.

Pagi ini, menurut Dwikorita, mulai terdeteksi adanya asap yang memasuki Selat Malaka dari wilayah Sumatra pada pukul 08.00 WIB, namun pukul 16.00 tidak terdeteksi lagi. Angin secara umum bertiup dari arah Tenggara ke arah Barat Laut dengan kecepatan 5 sampai 10 Knot.

"Terdeteksi pula asap di semenanjung Malaysia, tepatnya di zona yang cukup banyak titik-titik panas lokal di Semenanjung tersebut," tambah Dwikorita.

Dwikorita menegaskan kepedulian seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan sangat diperlukan. "Potensi terjadinya titik panas dan asap diprediksi masih dapat berlangsung hingga pertengahan Oktober, seiring dengan masih berlangsungnya periode musim kemarau di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan," tambahnya.

Disebutkan Dwikorita sejak Juli hingga saat ini BMKG terus memprediksi potensi kemudahan lahan terbakar, serta memonitor titik-titik panas dan sebaran asap.

"Hasil monitoring dan prediksi menjadi dasar untuk melakukan pencegahan dan penanganan karhutla di lapangan oleh BNPB, KLHK, dan Posko BPBD," ujarnya.

Dwikorita menyampaikan untuk masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui http://www.bmkg.go.id atau bisa mengikut akun @infobmkg di twitter, juga bisa langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG, titik panas

Sumber : bmkg

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top